Guru Non PNS Bersyukur Dapat BPJS Kesehatan

0
Guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Lombok Tengah merasa bersyukur dan berterima kasih, karena mereka memiliki jaminan kesehatan.
Foto : Guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Lombok Tengah merasa bersyukur dan berterima kasih, karena mereka memiliki jaminan kesehatan (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Lombok Tengah merasa bersyukur dan berterima kasih, karena mereka memiliki jaminan kesehatan.

“Itu lewat kebijakan pemerintah yang mengambil angsuran pembayaran BPJS Kesehatan,” ungkap Sekertaris LP Ma’arif NU Lombok Tengah, Tajuddin M,Pd pada wartawan, Senin 18 Januari 2021

Ia menjelaskan setiap bulan dana insentif mereka dipotong secara otomatis lewat BPJS Kesehatan setiap bulannya. Dengan begitu, mereka tidak dipusingkan dengan membayar sendiri ke BPJS Kesehatan.

“Itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Peresiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020,” kata Tajuddin

Jaminan kesehatan tidak saja guru bersangkutan, lanjutnya tapi keluarga. Dari anak dan istri. Nilainya sebesar Rp 22.000 per bulan dengan tanggungan lima anggota keluarga, kalau mandiri sebesar Rp 60.000 per bulan per orang, kalau dikalikan lima.

“Maka nilainya sebesar Rp 300.000 per bulan dengan tanggungan lima anggota keluarga. Itu dengan kelas yang sama,” terangnya

Iuran BPJS Kesehatan diambil langsung Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN). “Kami merasa bersyukur karena pemerintah memberikan fasilitas kepada kami guru non PNS. Alhamdulillah,” ucap Tajuddin

Atas nama guru non PNS, Tajuddin merasa terbantu dengan kebijakan yang ada tersebut. “Alhamdulillah, kami tidak dipusingkan dengan membayar sendiri. Tapi cukup lewat insentif yang kami terima setiap bulan,” kata pria yang juga menjadi guru di Madrasyah An-Nur Bongak Desa Tumpak ini.

Senada, Kepala Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Al-Ma’rif Sunah Desa Pengembur Suparlan mengungkapkan baginya iuran yang diambil dari insentif guru memang sangat membantu mereka yang saat ini berstatus non PNS.

“Jaminan kesehatan ini sangat penting bagi para tenaga pendidik ini,” TUTURNYA

Ditambahkan, perhatian pemerintah sudah sangat laur biasa, karena selain insentif tapi ada juga  Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi yang berstatus non PNS sebesar Rp 1.800.000 per oranG.

“Kita merasa bersyukur, karena iuran yang hanya Rp 22 ribu untuk anggota keluarga dan ketimbang kita lakukan perorang atau BPJS mandiri,” katanya menambahkan (*)

Comments

comments