Kelangkaan dan Mahalnya Harga Pupuk, Dinas Pertanian di Minta Bentuk Tim Investigasi

0
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah diminta melakukan investigasi dugaan permainan harga pupuk di tingkat pengecer di masing-masing Kecamatan.
Foto : Ketua LSM Gempar NTB Hamzan Halilintar (MertoNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com –  Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah diminta melakukan investigasi dugaan permainan harga pupuk di tingkat pengecer di masing-masing Kecamatan.

“Kelangkaan pupuk bersubisidi dan mahalnya harga di Loteng belum ada solusi sampai saat ini. Kondisi yang  membuat petani dan masyarakat menjerit,” ungkap Ketua LSM Gempar NTB Hamzan Halilintar, Senin 18 Januari 2021

Ia menduga kelangkaan dan mahalnya harga pupuk diduga dilakukan oleh oknum pengecer untuk mempermainkan harga pupuk dengan target mendapatkan untung yang lebih besar.

“KUPT pertanaian se-Kabupaten Loteng harus mempunyai tim investigasi terkait masalah pengecer pupuk dimasing-masing Kecamatan,” pintanya

Menurut Hamzan, saat ini banyak sekali masyarakat yang mengadu dan mengeluh terkait mahalnya harga pupuk yang dijual para pengecer.

“Kami menduga ada oknum pengecer yang mempermainkan harga pupuk terutama di wilayah Kecamatan Janapria khususnya dan Kabupaten Lombok Tengah pada umumnya,” tudingnya

Pihaknya meminta supaya Dinas terkait dan Pemerintah Lombok Tengah untuk membentuk tim investigasi dan membangun kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kami dari LSM Gempar NTB minta Dinas dan Pemda Loteng untuk segera membentuk tim investigasi dan membangun kerjasama dengan kepolisan, Kejaksaan (APH) supaya semua pengecer yang nakal segera ditindak dan di cabut izinnya,” kata Hamzan menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments