Dugaan Pungli Septi Tank Jadi Atensi Kasatreskrim Polres Loteng

0
Dugaan pungutan liar (Pungli) program septi tank Dinas Lingkungan Hidup yang dikerjakan di beberapa desa di Kabupaten Lombok Tengah mulai mencuat Dugaan Pungli diduga dilakukan di setiap Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di masing-masing desa yang mendapatkan program septi tank. Pungli diduga dilakukan untuk menjamu aparat yang akan turun ke lapangan nanti
Foto : Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Dugaan pungutan liar (Pungli) program septi tank Dinas Lingkungan Hidup yang dikerjakan di beberapa desa di Kabupaten Lombok Tengah mulai mencuat

Dugaan Pungli diduga dilakukan di setiap Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di masing-masing desa yang mendapatkan program septi tank. Pungli diduga dilakukan untuk menjamu aparat yang akan turun ke lapangan nanti

Pungli diperkirakan mulai dari Rp. 700.000 sampai dengan Rp. 1000.000 per desa. Dugaan pungli ini juga sudah menjadi atensi dari Kasatreskrim Polres Lombok Tengah

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra mengungkapkan, terkait dengan adanya dugaan pungli yang dilakukan dengan alasan untuk menjamu APH itu tidak benar.

“Bahkan Kami juga taunya dari media,” ungkapnya

Dikatakan, yang sedang ditelusuri saat ini adalah karena adanya informasi dari masyarakat bahwa terdapat pungutan liar dari program septi tank ini.

“Untuk saat ini kami masih melakukan pendalaman karena ini membutuhkan waktu,” kata Agus

Untuk saat ini banyak yang sudah dipanggil. Dan baru dua saksi dari Tim Fasilitator Lapangan (TFL) yang sudah menghadiri panggilan.

“Setelah ini secara keseluruhan TFL juga akan dipanggil. Kepala dinas juga nanti akan dijadwalkan untuk dipanggil untuk klarifikasi,” tuturnya

Agus juga mengatakan bahwa akan akan serius menanggapi hal tersebut dan akan didalami terkait dengan adanya dugaan pungli tersebut

“Kami akan serius menanggapi kasus ini dan akan mendalami dugaan pungli ini,” tegasnya

Ditambahkan, perlu pendalaman juga terkait apa yang media sampaikan bahwa pungutan tersebut digunakan untuk menjamu APH. Kalau untuk penegakan hukum sampai sekarang belum ada ditemukan kalau pungutan tersebut diperuntukkan untuk APH.

“Kita akan mencari tau apakah ini hanya sebagai motif maupun modus dari yang bersangkutan untuk melakukan pungutan,” kata Agus menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments