BI Optimis Ekonomi NTB Semakin Meningkat pada 2021

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji
Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji (MetroNTB/Ist)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Perwakilan Bank Indonesia (BI) optimis pemulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin meningkat pada tahun 2021.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji mengungkapkan perekonomian NTB terus menunjukan perbaikan tercermin dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan ekonomi NTB dari -1,40% (yoy) di triwulan 11-2020, menjadi -1,11% (yoy) pada triwulan III 2020.

“Jika dibandingkan triwulan sebelumnya, perekonomian NTB tumbuh positif 3,01% (qtq) di triwulan III-2020,” ungkap Heru saat menggelar pertemuan dengan wartawan ekonomi bertempat di Pantai Nipah, Lombok Utara, kemarin

Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian NTB pada tahun 2020 akan tumbuh pada kisaran 0,2-0,6% (yoy), didukung oleh terjaganya inflasi NTB pada koridor yang baik yaitu 0,60% (yoy) pada Desember 2020, lebih rendah dibanding inflasi nasional 1,68% (yoy).

Dikatakan, kinerja intermediasi perbankan di NTB juga masih terjaga baik dimana penyaluran kredit tumbuh 16,48% (yoy) dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,03% (yoy) pada November 2020.

“Capaian positif ini perlu kita syukuri karena meski dihadapkan pada situasi yang sulit di sepanjang tahun 2020, kita mampu menghindari instabilitas moneter, fluktuasi nilai tukar yang tajam, serta kondisi-kondisi seperti panic buying yang dapat mengakibatkan lonjakan inflasi serta penurunan kondisi ekonomi yang lebih dalam,” terang Heru

Ke depan, lanjutnya Bank Indonesia juga optimis ekonomi NTB pada tahun 2021 akan cepat pulih dan tumbuh pada kisaran 3,8-4,2% dengan inflasi pada kisaran 3 + 1% (yoy).

“Hal ini didukung dengan salah satu prasyarat utama yaitu vaksinasi yang telah mulai dilakukan pada awal tahun 2021 ini,” kata Heru

Pertemuan wartawan ekonomi NTB awal tahun 2021 dengan Bank Indonesia Provinsi NTB, yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji beserta jajaran Pimpinan Sarwoto dan Iwan Kurniawan H, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, bertempat di Pantai Nipah, Lombok Utara, Sabtu 16 Januari 2021 (MetroNTB/Ist)
Foto : Pertemuan wartawan ekonomi NTB awal tahun 2021 dengan Bank Indonesia Provinsi NTB, yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji beserta jajaran Pimpinan Sarwoto dan Iwan Kurniawan H, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, bertempat di Pantai Nipah, Lombok Utara, Sabtu 16 Januari 2021 (MetroNTB/Ist)

Dari aspek sistem pembayaran, Bank Indonesia Provinsi NTB mencatat secara agregat jumlah inflow (uang masuk ke Bank Indonesia dari setoran perbankan)-outflow (uang keluar dari Bank Indonesia kepada perbankan) selama tahun 2020 tercatat sebesar Rp16,54 triliun atau menurun sebesar 16,88%.

“Namun demikian, transaksi non-tunai terus menunjukan trend peningkatan khususnya pada transaksi RTGS dan uang elektronik. Tercatat jumlah merchant QRIS di NTB pada Desember 2020 telah mencapai sebanyak 57.407 merchant atau tumbuh 129,34% (ytd),” tutur Heru

Sementara, pada aspek pengembangan UMKM, Bank Indonesia Provinsi NTB pada tahun 2020 telah melakukan pembinaan terhadap 8 (delapan) UMKM klaster binaan yanp terdiri dari Klaster Sapi di Kab. Lombok Utara dan Kab. Sumbawa, Klaster Cabai di Kab. Lombok Timur, Klaster Bawang Putih di Sembalun, Kab. Lombok Timur, Klaster Gula Aren di Kab. Lombok Barat, Klaster Padi di Kab. Lombok Tenpah, Klaster Kopi di Kab. Sumbawa, dan Klaster Tenun di Kab. Lombok Timur.

“Di sampinp itu, Bank Indonesia juga terus mendukung pengembangan wirausaha muda di NTB melalui program WUBI (Wirausaha Bank Indonesia), yang pada tahun 2020 Bank Indonesia NTB melakukan pembinaan terhadap 18 WUBI meningkat dibandinpkan tahun 2019 sebanyak 14 WUBI,” katanya

“Pada tahun 2021, Bank Indonesia Provinsi NTB akan terus meninpkatkan dukungan terhadap UMKM dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi di Provinsi NTB, antara lain salah satunya melalui dukungan program buatan lokal bersama perbankan dan pemerintah daerah di NTB,” kata Heru menambahkan (*)

Comments

comments