Bangunan Sentral Gerabah Disewakan Secara Ilegal, Pokrdarwis Penujak Ancam Melapor

0
Bangunan sentral gerabah milik Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Penujak tengah menjadi polemik. Pasalnya, bangunan tersebut disewakan oleh oknum ke para pekerja proyek Bandara Internasional Lombok (BIL)
Foto : Bangunan sentral gerabah milik Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Penujak tengah menjadi polemik. Pasalnya, bangunan tersebut disewakan oleh oknum ke para pekerja proyek Bandara Internasional Lombok (BIL) (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Bangunan sentral gerabah milik Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Penujak tengah menjadi polemik. Pasalnya, bangunan tersebut disewakan oleh oknum ke para pekerja proyek Bandara Internasional Lombok (BIL)

Para pekerja yang jumlahnya sekitar 20-an tersebut berasal dari pulau Jawa. Setelah ditelusuri para pekerja tersebut telah menyetor uang sewa kepada seorang oknum.

Kelompok Sadar Wisata (Pokrdarwis) Sekar Kedaton Desa Penujak, menyayangkan adanya penyewaan sepihak, karena bertentangan dengan aturan pemakaian.

“Kami dari Pokrdarwis Desa Penujak, sangat menyayangkan ada orang yang menyewakan bangunan sentral gerabah ini kepada pekerja proyek Bandara. Jelas ini sudah melanggar aturan,” ungkap Ketua Pokrdarwis Desa Penujak, Abdul Rahim saat dikonfirmasi via chat WhatsApp, kemarin 15 Januari 2021

Menurutnya, bangunan sentral gerabah sedianya akan digunakan kepada Pokrdarwis sebagai pengelola.

“Padahal bangunan ini sudah diserahkan pengelolaannya kepada Pokrdarwis, kok bisa ada orang yang meyewakannya, kan lucu,” katanya

Pihaknya pun akan segera melaporkan hal tersebut kepada Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

“Atas kejadian ini, kami berencana akan melaporkan tindakn ilegal ini ke Dinas Perindustrian Provinsi NTB, agar segera menindak dan mengusir para pekerja disana,” kata Rahim menambahkan (*)

Comments

comments