LPPNU NTB Gelar Dialog dengan Pegiat Petani

0
Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW LPP NU NTB) melakukan Dialog Tani dengan tema Arah Kebijakan Pemerintah dan Masa Depan Pertanian NTB
Foto : Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW LPP NU NTB) melakukan Dialog Tani dengan tema Arah Kebijakan Pemerintah dan Masa Depan Pertanian NTB

Mataram, MetroNTB.com – Petani sebagai salah satu garda depan negara dalam menyiapkan ketahanan pangan nasional, menjadi perhatian dari berbagai kalangan maupun lembaga. Salah satunya adalah lembaga pengembangan pertanian nahdlatul ulama Nusa Tenggara Barat.

Hal ini merujuk pada persoalan petani yang selama ini tidak pernah kunjung usai. Sehingga mendiskusikan pertanian merupakan langkah yang dapat diambil dalam menemukan berbagai ide-ide dalam membangun pertanian NTB yang lebih baik.

Dalam hal ini, Pengurus Wilayah  Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW LPP NU NTB) melakukan Dialog Tani dengan tema Arah Kebijakan Pemerintah dan Masa Depan Pertanian NTB. Yang dihadiri langsung oleh ketua PWNU NTB TGH. Masnun Tahir sekaligus membuka acara.

Hadir juga Sekretaris  PW NU NTB H. Lalu Aksar Ansori Selaku narasumber panel dengan Serikat Tani NTB Wahijan,. dan sejumlah Pimpinan  Lembaga dan Banom NU sertta aktivis Petani millenial, Kelompok Tani, dan beberapa utusan OKP.

Ketua PW NU NTB  Prof TGH Prof Masnun dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertanian merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah.

“NU harus hadir dan wajib hadir ditengah-tengah masyarakat, yang dalam hal ini LPPNU sebagai lembaga dibawah naungan NU harus mempu menjadi garda depan dalam membangun konsep pengembangan pertanian dalam mewujudkan pertanian NTB yang lebih baik” pintanya

Sementara Sekretaris PW NU NTB, H. Lalu Aksar Ansori sekaligus dalam pemaparannya menyampaikan penting memperhatikan para petani secara maksimal, karena petani sampai saat ini masih saja tidak berdaya.

“Para petani secara akses informasi, biaya produksi dan yang lainnya masih tersisihkan, bahkan hasil produksi pertanian masih dihargai dengan harga yang murah Sehingga perlu adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak dalam mewujudkan petani yang sejahtera dan berdaya saing,” sebutnya

Direktur Serikat Tani NTB  Wahijan, SH mengungkapkan hal yang hampir sama, bahwa persoalan pertanian saat ini masih bergulir dan belum ada titik temu, banyak hal yang harus terus dibenahi di sektor pertanian mulai dari teknologi pertanian sampai pada pasar yang menguntungkan petani kita.

“Tentu regulasi yang dibuat benar benar berpihak pada petani,” katanya

Sebelumnya Muhammad Akbar Jadi Ketua LPPNU NTB menyampaikan bahwa berjihad untuk memajukan pertanian dan mensejahterakan petani menjadi penting, mengingat basis warga nahdliyin adalah di pedesaan dan motor ekonomi pedesaan adalah pertanian.

Kedepan pihaknya akan terus melakukan pendampingan sekaligus menyiapkan kader millenial yang berminat pada sektor pertanian di kabupateb kota se NTB.

Ini demi menyelamatkan ketahanan pangan kita. Kalau generasi muda ikut dan tertarik pada sektor ini,” kata Viken Madrid Sapaan Akrab.

Sementara Ketua panitia, syukur yang juga wakil ketua LPP NU menyampaikan bahwa Dialog Tani ini digelar sebagai upaya dalam menemukan konsep pengembangan pertanian NTB yang lebih baik.

“Selain itu, dialog ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi milinial tentang pentingnya pengembangan pertanian,” katanya (red)

 

Comments

comments