Pengerjaan Tangki Septic Disorot, Ini Penjelasan Kadis Lingkungan Hidup Loteng

0
, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah Amir Ali saat di konfirmasi Wartawan mengatakan, Dinas juga dalam program ini melakukan pengawasan melalui tenaga fasilitator lapangan (TFL ) sebagai perpanjangan tangan Dinas
Foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah Amir Ali (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Program tangki septic individual Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mulai disoroti banyak kalangan.

Pemuda Pujut Lalu Ali Usman mengungkapkan sebanyak 25 desa di Lombok Tengah yang mendapatkan program pembangunan tangki septic individual yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini menelan anggaran 7 juta per unit.

Pada pengerjaannya, program tangki septic ini dibagi menjadi dua jenis yaitu DAK afirmasi dan DAK penugasan yakni program yang diusulkan di tahun 2019 dan realisasi di tahun 2020.

“Namun, pada akhir pengerjaan program ini muncul adanya dugaan pungli yang masif dan terstruktur,” ungkap Ali

Ia menjelaskan dimana banyaknya kejanggalan yang terjadi. Ada beberapa kebobrokan program baik, bangunan yang dalam hitungan minggu sudah terjungkal dan tangki septic yang rusak dan juga adanya pemberatan uang iuran di tiap KSM di masing-masing desa dan kelurahan mulai dari 700 ribu sampai dengan 2.150.000

“Ini merupakan kejahatan yang masif dan terstruktur. Dugaan pungli nominal rata-rata mencapai 1 juta. Maka jika dikalikan dengan sekian banyak tangki septic yang dibangun maka nominalnya bisa puluhan juta,” tuturnya

Ia menduga adanya perintah untuk memberikan uang dalam penyisihan keuntungan sejumlah 10.000 rupiah per unit.

“Ada perintah dari oknum yang memerintahkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk mengeluarkan uang masing-masing Rp. 10 rb perunit,” tuding Ali

Sementara itu, salah satu KSM yang enggan dimuat namanya membeberkan mengenai adanya pembebanan uang sejumlah 10.000 per unit program tangki septic. Bahkan ia mencontohkan dimana di wilayah kerjanya terdapat 100 unit IPAL yang dibangun.

“Ya, tinggal dikalikan saja 100 unit dikalikan Rp.10.000 yakni bisa mencapai Rp. 1.000.000,” bebernya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah Amir Ali saat di konfirmasi Wartawan mengatakan, Dinas juga dalam program ini melakukan pengawasan melalui tenaga fasilitator lapangan (TFL ) sebagai perpanjangan tangan Dinas.

“Tenaga fasilitator ini direkrut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” katanya

Ia menegaskan, terkait dengan adanya program yang masih belum selesai itu hanya isu miring saja. Dan jika ada KSM yang belun mentuntaskan pengerjaannya, maka akan diperintahkan untuk mengembalikan anggaran sejumlah yang belum dibangun.

”Sudah selesai dibangun semua 100 persen. Dan jika ada yang belum selesai dikerjakan maka menjadi tanggungjawab penuh KSM. KSM harus mengembalikan uang sejumlah yang belum dibangun,”

Kaitan dengan adanya dugaan pungutan sebesar 10.000 perunit kepada setiap KSM yang diduga dilakukan oleh oknum TFL sudah dilakukan pemanggilan kepada semua TFL dan menanyakan siapa yang melakukan itu.

“Kita sudah kumpulkan semua TFL dan menanyakan siapa yang melakukan hal itu,” cetus Amir

Amir menambahkan, setelah dilakukan pemanggilan kepada seluruh TFL ternyata itu adalah inisiatif dari KSM dan uangnya dititifkan di TFL.

“Itu adalah inisiatif dari KSM sendiri tanpa adanya paksaan dari TFL. Akan tetapi setelah mengetahui hal tersebut saya memerintahkan TFL untuk mengembalikan uang tersebut ke pada KSM walaupun itu adalah inisiatif dari KSM sendiri,” katanya menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments