Ogah Terima Pembayaran, Pemilik Lahan Lintasan MotoGP Terancam Dieksekusi Paksa

0
Kepala Pengadilan Negeri Praya Putu Agus Wiranata mengungkapkan, terkait dengan lahan masyarakat yang masih belum dieksekusi sampai dengan saat ini, dikarenakan pemilik lahan masih belum menerima pembayaran harga yang sudah ditetapkan oleh apprsial
Foto : Kepala Pengadilan Negeri Praya Putu Agus Wiranata (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pengerjaan lintasan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah masih terkendala pembebasan lahan.

Pasalnya, ada beberapa lahan warga masih bertahan dan belum diselesaikan sampai saat ini karena belum ada kesepakatan harga.

Kepala Pengadilan Negeri Praya Putu Agus Wiranata mengungkapkan, terkait dengan lahan masyarakat yang masih belum dieksekusi sampai dengan saat ini, dikarenakan pemilik lahan masih belum menerima pembayaran harga yang sudah ditetapkan oleh apprsial.

“Sekitar 13 pemilik lahan masih belum mengambil pembayaran lahan di Pengadilan,” ungkap Wiranata, Selasa 5 Januari 2021.

Ia menerangkan mereka belum mengambil pembayaran harga karena tidak sesuai dengan yang diajukan oleh para pemilik.

“Para pemilik lahan mengajukan harga lahannya per are sekitar 150 juta, namun yang ditetapkan oleh apprsial seharga 90 juta,” terang Wiranata

Dikatakan, Pengadilan Negeri Praya sebelumnya sudah melakukan konsolidasi terhadap para pemilik lahan. Namun pemilik lahan masih tetap bertahan dengan nilai ganti rugi yang diminta.

“Kemarin PN Praya sudah mengeluarkan penetapan eksekusi pengosongan lahan dan sekarang kita sedang meminta bantuan dari Polres untuk melakukan pengamanan,” ungkapnya

Mengenai dengan jadwal eksekusi tersebut pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Awalnya sebanyak 15 pemilik lahan yang sudah dititipkan pembayaran lahan oleh pihak ITDC di PN Praya dan tersisa 13 pemilik lahan yang masih belum mengambil pembayaran harga

“Untuk jumlah pembayaran lahan yang masih ada di sini sekitar 28 miliar sampai dengan 30 miliar,” tutur Wiranata

Ia menambahkan, jika para pemilik lahan masih tidak mau mengambil pembayaran atas lahan mereka, maka solusi yang akan diambil yakni dengan cara melakukan eksekusi pengosongan lahan secara paksa.

“Kita akan lakukan secara paksa. Karena prosesnya begitu sesuai dengan undang-undang,” katanya menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments