Pro-Kontra Perubahan Nama Bandara, TGH Ibnu Halil Serukan Masyarakat Jaga Ukhwah Islamiyah

0
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Nusa Tenggara Barat, TGH Ibnu Halil
Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Nusa Tenggara Barat, TGH Ibnu Halil (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetriNTB.com – Perubahan nama Bandara Lombok International Airport (LIA) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) masih menuai pro-kontra di tengah masyarakat Lombok Tengah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil NTB TGH Ibnu Halil menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ukhwah islamiyah.

“Jangan sampai ada timbul rasa benci di dalam diri kita. Sebab kedamaian yang harus kita utamakan,” serunya, Sabtu 2 Januari 2021

“Kita sangat ta’zim kepada Maulana Syaikh Pancor. Beliau guru kita semua. Beliau juga diakui oleh ulama NU sebagai guru yang sangat alim. Dan kita juga sangat berterimakasih ada pahlawan nasional yang berasal dari NTB,” kata Ibnu Halil

Dikatakan, para masyayikh NU sangat  ta’zim dan pernah berguru kepada Maunasysikh Pancor, termasuk ulama kharismatik sesepuh Lombok Tengah TGH Lalu Turmudzi Badruddin.

“Beliau dalam pengajian sering memuji Maulanasyaikh dan menyampaikan pesan-pesan bijaknya,” katanya

Ibnu Halil menegaskan NU punya andil untuk mengantar Maulanasyaik menjadi pahlawan Nasional. Karena salah satu syarat menjadi pahlawan nasional adalah rekomendasi dari Ormas,

“NU sebagai ormas terbesar di dunia dengan senang hati dan bangga sehingga ikut merekomendasi beliau sebagai pahlawan,” ungkap Ibnu Halil

Terkait adanya masyarakat yang menolak nama Maulana Syaikh menjadi nama bandara, ia menilai tidak ada yang menghina nama beliau, justru masyarakat sangat ta,zim.

“Saya sebagai representatif masyarakat NTB berterimakasih kepada Tuan Guru Bajang (TBG)selama dua periode memimpin telah menjadikan NTB menjadi lebih maju,” ucapnya

Ibnu Halil mengaku dirinya tidak ikhlas jika ada oknum yang membicarakan kejelekan TGB. Bahkan dirinya menilai TGB adalah orang bersih dan jujur.

Kepemimpinan TGB pada sekarang ini yang dilanjutkan oleh Gubernur Zulkiflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah yang tidak kalah cerdas dan berjuang untuk NTB.

“Saya melihat betul bagaimana perjuangan pemerintah sekarang ini dalam kelanjutan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan sirkuit MotoGP,” pujinya

Ia berharap Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) bisa melanjutkan kemajuan yang telah dicapai pada era TGB.

“Termasuk yang menjadi idaman dan  harapan besar  kita adalah jembatan Kayangan-Pototano. Ini memang saya masukkan dalam laporan prioritas setiap sidang paripurna DPD RI disertakan dengan kerja keras Gubernur. Alhamdulillah sudah ada MuO dengan PT Nabil. Semoga NTB menuju gemilang sesuai visi misi beliau,” katanya menambahkan (*)

Comments

comments