Tidak Dilibatkan, Dua Pemdes Kritik Program 1000 Sapi Kementan RI

0
Dua Kepala Desa (Kades) yaitu Kades Truai dan Bangket Parak mengkritik program 1000 sapi Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Foto : Dua Kepala Desa (Kades) yaitu Kades Truai dan Bangket Parak mengkritik program 1000 sapi Kementerian Pertanian (Kementan) RI. (MetroNTB/Ist)

Tidak Dilibatkan, Dua Pemdes Kritik Program 1000 Sapi Kementan RI

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Dua Kepala Desa (Kades) yaitu Kades Truai dan Bangket Parak mengkritik program 1000 sapi Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Kades Truai H Muhammad  Arta mengakui pihaknya tidak dilibatkan secara penuh. Tidak hanya itu, akan tetapi ia mengaku sampai saat ini kelompok tani di desanya belum disalurkan program 1000 sapi yang dimaksud. Dari pertemuan pertama dan direncanakan sapi yang akan disalurkan merupakan sapi jenis brahmancros.

“Pada saat mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) disebutkan akan disalurkan sapi jenis brahmancros dengan bobot 300 kg per ekornya. Terkait kalau ada perubahan jenis sapi yang didistribusikan mungkin ada suatu hal yang lain,” tuturnya

Dikatakan, sampai saat ini bantuan 200 sapi yang akan disalurkan ke desanya belum ada. Ia mengaku tidak tahu kenapa belum didistribus. padahal kandang sudah jadi 100 persen.

“Kita tidak tau kenapa program ini ini belum sampai ke desa Truai. Sampai saat ini bantuan 1000 ini belum didistribusi ke desa Truai dan belum ada informasi dari pemerintah provinsi kapan akan disalurkan,” kata Arta

Ia menegaskan apabila jenis sapi yang disalurkan berbeda itu tidak jadi masalah. Asalkan jangan sampai keluar dari speknya.

“Kami siap kembalikan bantuan sapi ini jika tidak sesuai dengan spek yang sudah dijanjikan,” ancamnya

Dilanjutkan, terkait misalnya ada perubahan jenis yang akan disalurkan pemerintah. Pemerintah Provinsi belum pernah melakukan sosialisasi. “Perubahan jenis sapi yang akan disalurkan ini tidak pernah disosialisasikan,” katanya

Senada, Kades Bangket Parak Genah Genuh mengungkapkan kebanyakan warga angkat tangan karena beratnya syarat untuk menerima program 1000 sapi ini.

“Warga harus mempunyai minimal 20 are tanah yang husus untuk ditanami rumput. dan 20 are ini untuk satu orang anggota kelompok,” ungkapnya

Dikatakan, terkait dengan kriteria masyarakat yang seperti apa yang layak mendapatkan bantuan ini pihaknya mengaku tidak tahu.

“Kriteria yang seperti apa yang dapat bantuan ini kami tidak tau persis. karena kelompok langsung berhubungan dengan dinas. Saya juga belum melihat data rill siapa saja penerima yang masuk sebagai penerima bantuan ini,” katanya

Genah mengaku, sampai saat ini kelompok tani di desa Bangket Parak sbelum menerima bantuan tersebut

“Sampai saat ini saya tidak tau kapan bantuan 1000  sapi ini akan disalurkan ke desa Bangket Parak dan belum ada kordinasi dari pemerintah kapan akan disalurkan,” tuturnya

Menurutnya, jika sapi yang akan disalurkan ke desa Bangket Parak tidak sesuai dengan spek maka patut untuk di pertanyakan.

“Kalau saat penyaluran bantuan 1000 sapi ini tidak sesuai spek maka akan kami pertanyakan. Karena tidak sesuai dengan hasil sosialisasi,” cetusnya

Ditambahkan, dalam program ini pemdes tidak dilibatkan. Hanya saja dilibatkan pada saat Bimtek, tapi terkait SOP dan aturan lainnya seperti apa tidak dilibatkan.

“Kami hanya dilibatkan saat Bimtek saja. Terkait SK nama penerima juga kami tidak tahu. Program ini tidak jelas karena kami sebagai Pemdes sampai saat ini belum melihat aturan yang seharusnya program ini turun harus bersamaan dengan aturan yang ada,” kata Genah menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments