Petani Loteng Menjerit, Pupuk Non Subsidi Melambung Tinggi

0
Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Adi mengungkapkan, kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi karena memang yang diusulkan di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Lombok Tengah tidak sesuai dengan yang didistribusikan.
Foto : Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Adi mengungkapkan, kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi karena memang yang diusulkan di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Lombok Tengah tidak sesuai dengan yang didistribusikan (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Kelangkaan pupuk di Kabupaten Lombok Tengah membuat petani menjerit. Pasalnya selain pupuk bersubsidi yang kurang atau langka, juga disebabkan karena arga pupuk non subsidi melambung tinggi.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Adi mengungkapkan, kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi karena memang yang diusulkan di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Lombok Tengah tidak sesuai dengan yang didistribusikan.

“Contohnya pupuk bersubsidi jenis urea kita mengusulkan di RDKK sebanyak 31991,08 ton dan yang dialokasikan ke Lombok Tengah sebanyak 26745 ton sehingga kita kekurangan 5246 ton,” ungkapnya

“Sama halnya dengan pupuk SP36 kebutuhan kita menurut RDKK itu sebanyak 13.330 tapi yang dialokasikan ke Lombok Tengah sebanyak 7200 ton,” kata Yusuf

Dikatakannya, pupuk NPK yang diusulkan sebanyak 22573 yang dialokasikan sebanyak 8368 ton dan pupuk ZA sebanyak 5557 ton dialokasikan hanya 2867 ton.

“Sangat banyak kekurangan kita saat ini,” tutur Yusuf

Ia menjelaskan, berkurangnya jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Lombok Tengah ini disebabkan karena sudah diatur oleh pemerintah pusat kemudian pemerintah pusat mengalokasikan ke pemerintah provinsi kemudian pemprov mengalokasikan ke pemerintah Kabupaten

“Kemampuan pemerintah untuk mensubsidi pupuk ini sangat minim untuk saat ini. Kita hanya dialokasikan oleh provinsi berapa yang dialokasikan provinsi itulah yang kita salurkan di Lombok Tengah,” terangnya

Yusuf menambahkan pupuk jenis urea harganya mencapai Rp. 180.000 untuk yang bersubsidi dan harganya sudah diatur oleh pemerintah. Sedangkan untuk yang non subsidi mencapai Rp.600.000.

“Harga pupuk non subsidi tidak diatur oleh dinas dan harganya tergantung pasar,” katanya menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments