Jabat Menteri Agama, Ini Tiga Pertama Langkah Gus Yaqut

0
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas bersama Aksar Ansori Faishal saat mengobrol di Mataram, Kamis 13 Februari 2020 lalu (MetroNTB/Man)
Foto : Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Pusat, Yaqut Cholil Qoumas dan Bakal Calon Wakil Bupati, Aksar Ansori Faishal saat mengobrol di Mataram, Kamis 13 Februari 2020 (MetroNTB/Man)

Jakarta, MetroNTB.com – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menjadi Menteri Agama Republik Indonesia yang baru menggantikan posisi Fachrul Razi. Penunjukan itu dilakukan di Istana Merdeka, Selasa 22 Desember 2020.

Dalam kesempatan sambutannya sebagai calon menteri agama, ada tiga hal yang akan menjadi fokus utama Gus Yaqut. Pertama, menjadikan agama sebagai sumber kebaikan, bukan ‘tunggangan’ politik.

“Yang akan saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi. Artinya, agama bukan alat politik untuk menentang pemerintah atau merebut kekuasaan. Agama biar menjadi inspirasi dan membawa kebaikan dan perdamaian,” ungkap Gus Yaqut saat menyampaikan keterangan persnya.

Hal kedua yang akan dilakukan adalah meningkatkan persaudaraan dalam tiga kerangka ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (Persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Menurut Gus Yaqut, meningkatkan ukhuwah Islamiyah sangat penting di Indonesia sebab mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim.

“Perbaikan persaudaraan sesama umat Islam, akan mengantarkan pada peningkatan perdamaian di tengah-tegah bangsa,” katanya

Persaudaraan lain yang kelak akan diperjuangkan Gus Yaqut adalah meningkatkan ukhuwah wathaniyah. Ia meyakini bahwa kemerdekaan dan perbaikan lain yang diraih Indonesia bukan merupakan kinerja satu agama saja.

“Kemerdekaan diraih karena perjuangan semua agama. Semua berhak memiliki negara ini,” tuturnya.

Ukhuwah terakhir yang penting ditegakkan menurutnya adalah ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama umat manusia. Kesadaran akan pentingnya persaudaraan antarsesama umat manusia penting diperjuangkan.

“Mereka yang tidak bersaudara dalam iman merupakan saudara dalam kemanusiaan,” kata Gus Yaqut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan akan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama.

“Ketiga, bagaimana memajukan semua lembaga pendidikan agama di lingkungan kementerian agama, termasuk di dalamnya pondok pesantren,” lanjutnya.

Gus Yaqut merupakan salah satu dari enam menteri baru yang ditunjuk dan diperkenalkan Jokowi di Istana Presiden.

Selain Gus Yaqut, Jokowi juga memperkenalkan lima menteri lainnya  yakni Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Gunadi Sadikin sebagai Kementerian Kesehatan, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. (NU Online)

Comments

comments