NU Bersama Kanwil Kemenag NTB Berikan Sosialisasikan LPJ BOP Pondok Pesantren Bantuan COVID-19

0
Foto : Suasana Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi tata cara pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) bantuan Pondok Pesantren di tengah masa pandemi COVID-19 kepada perwakilan Pondok-Pesantren penerima BOP tahun 2020 beserta Ponpes yang belum menerima BOP, bertempat di Hotel Grand Legi Mataram, kemarin
Foto : Suasana Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi tata cara pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) bantuan Pondok Pesantren di tengah masa pandemi COVID-19 kepada perwakilan Pondok-Pesantren penerima BOP tahun 2020 beserta Ponpes yang belum menerima BOP, bertempat di Hotel Grand Legi Mataram, kemarin

Mataram, MetroNTB.com- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama  Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi tata cara pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) bantuan Pondok Pesantren di tengah masa pandemi COVID-19 kepada perwakilan Pondok-Pesantren penerima BOP tahun 2020 beserta Ponpes yang belum menerima BOP, bertempat di Hotel Grand Legi Mataram, kemarin

Ketua PWNU Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof Dr TGH Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan yang dinisiasi oleh PWNU merupakan bagian dari bentuk perhatian NU kepada seluruh Ponpes. Artinya NU selalu berfikir tentang keberlangsungan dan kemajuan seluruh Ponpes NU di NTB

“Kami dari PWNU melaksanakan kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk perhatian kepada semua Ponpes di NTB. Apalagi saat sekarang ini, Pondok-pondok kita sedang mengalami krisis akibat covid-19!” ungkap Guru Besar UIN Mataram tersebut.

Wakil Rektor I UIN Mataram ini menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian untuk menyadarkan kepada semua Ponpes pentingnya memperhatikan administrasi untuk penerimaan BOP sampai pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

“Agar tidak terjadi protes oleh Ponpes, saya kira perlu adanya kegiatan semacam ini, guna untuk bisa mengajukan BOP hingga melaporkan pasca mendapatkan BOP,” tutur Prof Masnun

Ketua PWNU Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof Dr TGH Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan yang dinisiasi oleh PWNU merupakan bagian dari bentuk perhatian NU kepada seluruh Ponpes. Artinya NU selalu berfikir tentang keberlangsungan dan kemajuan seluruh Ponpes NU di NTB
Foto : Ketua PWNU Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof Dr TGH Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan yang dinisiasi oleh PWNU merupakan bagian dari bentuk perhatian NU kepada seluruh Ponpes. Artinya NU selalu berfikir tentang keberlangsungan dan kemajuan seluruh Ponpes NU di NTB (MetroNTB/Ist)

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr KH Waryono Abdul Ghafur, M.Ag menjelaskan program Bantuan Operasional Ponpes ini merupakan dana yang digunakan oleh Ponpes untuk keberlangsungan proses pembelajaran di tengah COVID-19.

“BOP ini kita programkan untuk keberlangsungan proses pembelajaran di Pondok-pondok Pesantren di tengah masa pandemi covid-19,” terangnya

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB Dr KH Muhammad Zaidi Abdad, MA mengungkapkan Ponpes di NTB harus dari sekarang melengkapi administrasinya. Pondok Pesantren tidak hanya soal labelnya, namun kriteria dan administrasi juga perlu dibenahi.

“Ponpes itu harus melengkapi kriteria dan syarat yakni ada tuan guru/kyai/ustadz, santri, guru, gedung, masjid/musholla. Dan usahakan segala bentuk administrasi harus mulai dilengkapi agar tidak ada masalah dikemudian hari ketika mengajukan BOP Pesantren,” ungkapnya (*)

Comments

comments