Masyarakat Keluhkan Lampu Penerang Jalan di Jalan Praya Tengah

0
Foto : Masyarakat mengeluhkan jalan di Kecamatan Praya Tengah masih belum ada lampu penerang jalan (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Masyarakat mengeluhkan jalan di Kecamatan Praya Tengah masih belum ada lampu penerang jalan.

Salah satu masyarakat Praya Tengah Kusuma Wardana mengungkapkan ada kegelisahan dan ketakutan yang dirasakan sebagai masyarakat ketika sepanjang jalan ini tidak terdapat lampu penerang jalan.

“Kami khawatir jika sepanjang jalur ini gelap akan terjadi banyak kecelakaan dan perampokan,” katanya kepada MetroNTB.com, Senin 14 Desember 2020.

“Tidak hanya dijalur Praya Tengah saja akan tetapi masih banyak juga jalan-jalan yang belum dipasang lampu penerang jalan. Kami mempertanyakan kinerja Dinas Perkim selama ini,” kata Dodek sapaan akrabnya

Terpisah, Kepala Seksi Penataan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dab Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Tengah Rahmat Irawan, mengatakan program untuk pemasangan lampu penerang jalan pada tahun 2020 tidak ada sama sekali di Dinas Perkim.

“Kemarin memang sempat ada satu program untuk pemasangan lampu jalan di jalur Praya-Mantang namun dihapus karena COVID-19,” terangnya

Sesuai dengan aturan Perbup hanya jalan Kabupaten yang bisa dipasangkan lampu penerang jalan oleh pemerintah daerah.

“Untuk sepanjang jalur Kecamatan Praya tengah memang sudah diusulkan dulu tapi tidak lulus dalam pengajuan,” kata Rahmat

Ia menjelaskan bulan Desember Dinas Perkim terakhir menangani persoalan urusan lampu jalan.

“Untuk seterusnya akan dikerjakan oleh Dinas Perhubungan,” terangnya

Pihaknya mengakui bahwa tidak anggaran untuk pengadaan dan biaya perawatan lampu jalan pada tahun ini.

“Tidak ada anggaran pengadaan lampu jalan untuk tahun ini. Kita susah sekali untuk diberikan anggaran untuk perawatan tapi selalu di tuntut untuk memperbaiki,” keluh Rahmat

“Biayanya, khusus untuk perawatan juga tidak ada. Yang ada hanya gaji petugas pekerja sebesar Rp.700.000 sampai dengan Rp.800.000 perbulan untuk sekitar 20 pekerja,” katanya menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments