PUPR NTB Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Era Pandemi tetap Berjalan

0
Foto : Pembangunan infrastruktur di KSPN Mandalika Mendukung Event MotoGP (MetroNTB/Dok PUPR)

Mataram, MetroNTB.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pembangunan infrastruktur di era pandemi COVID-19 tetap berjalan.

“Di era pandemi COVID-19 ini pembangunan infratruktur tetap berjalan, tidak ada pelaksanaan infrastruktur strategis yang ditunda namun pelaksanaannya dilakukan dengan skema relaksasi program dengan melalukan paket-paket multiyears kontrak,” kata Kepala Dinas PUPR NTB H Sahdan belum lama ini

Ia mengatakan, dukungan pembangunan infrastruktur ke PU-an untuk membantu penanganan masalah dampak dari wabah COVID-19 dilapangan dilakukan
melalui program padat karya untuk item pekerjaan tertentu.

“Pembangunan infrastruktur keciptakaryaan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih, capaian kinerja cakupan air minum pada tahun 2019 sebesar 74,69% dari yang direncanakan sebesar 74,08%,” terang Sahdan

Peningkatan kualitas Kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan penataan kawasan yang berada di sempadan sungai Jangkok dan pelayanan sanitasi serta penataan bangunan, capaian kinerja cakupan sanitasi di tahun 2019 mencapai 8,67% dari target 72,62%.

“Untuk mendukung Kawasan pariwisata di Senggigi pada tahun ini dilakukan penataan Kawasan di Bike Park Meninting,” katanya

Dijelaskan, pembangunan infrastruktur di KSPN Mandalika untuk mendukung rencana perhelatan MotoGP dirancang secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah dan perbaikan hunian.

Untuk konektivitas melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional NTB pada akhir tahun 2020 mulai dibangun jalan akses Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Kuta dengan typical desain overpass dengan panjang tolal 17,34 kilometer yang terdiri dari empat lajur lebar 50 meter dengan dua jalur cepat dan dua jalur lambat dan ditargetkan selesai di bulan Agustus  2021.

“Untuk mengejar target tersebut pelaksanaannya dibagi menjadi 3 paket penanganan paket-1 sepanjang 4,3 km, paket 2 sepanjang 9,7 km dan paket 3 sepanjang 3,36 km,” terang Sahdan

Sementara, untuk mengantisipasi banjir di Kawasan tersebut Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I membangun pengendali banjir sepanjang 5 kilometer. Sedangkan Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB menata kawasan wisata disekitar Kuta, pembangunan TPA Pengengat.

“Di tahun ini juga dimulainya program sarana hunian pariwisata (Sarhunta) yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah NTB dimana pemerintah memberikan stimulan rumah agar rumah masyarakat selain dapat berfungsi sebagai hunian yang layak juga bisa dimanfaatkan sebagai homestay,” kata Sahdan menambahkan (*)

Comments

comments