Unram Lepas Ribuan Mahasiswa KKN BMKM Secara Daring

0
Foto: Pelepasan Mahasiswa Unram yang akan melaksanakan KKN MBKM secara virtual. (MetroNTB/Dok Humas Unram)

Mataram, MetroNTB.com – Universitas Mataram melepas ribuan Mahasiswa yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar  Kampus  Merdeka (KKN-BMKM).

Pelepasan tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Dr H Lalu Husni, SH., M.Hum secara virtual melalui aplikasi Zoom, Senin 23 November 2020.

Prof. Husni dalam sambutannya mengatakan dalam rangka mewujudkan MBKM, Unram mengambil langkah strategis untuk mengintegrasikan program KKN dengan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang dilaksanakan pada lokasi yang sama dan pada waktu yang beririsan.

“Integrasi KKN dan PLP ini bertujuan untuk untuk merintis implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” katanya

Pengintegrasian itu menurut Prof. Husni karena kedua mata kuliah tersebut sangat terkait dengan beberapa program yang ada di dalam program MBKM yaitu melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengikuti program kemanusiaan, serta mengajar di satuan pendidikan.

“Perpaduan kedua mata kuliah tersebut akan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja atau menciptakan lapangan kerja baru,” terangnya

Prof ke 9 Universitas Mataram tersebut berharap, Unram melalui kegiatan KKN MBKM ini selalu selaras, sejalan, sebagai mitra pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di lapangan.

”Sehingga Universitas Mataram dapat dijadikan lembaga yang mampu menggerakkan roda pembangunan,” harapnya.

Ketua Pelaksana KKN MBKM Dr Ir Sitti Hilyana menjelaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara  interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu bentuk implementasi tri darma perguruan tinggi.

“KKN Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan salah satu wujud implementasi amanah regulasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Permendikbud nomor 3 tahun 2020 yang ditujukan untuk mengembangkan pelaksanaan program pendidikan yang optimal, efisien dan efektif,” tuturnya

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 saat ini telah mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram melalui pusat layanan KKN melakukan rekonstruksi pola KKN Unram menjadi daring, untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini.

“Mendesain pola KKN Unram menjadi formulasi KKN Merdeka Belajar-Kampus Merdeka untuk menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan mengembangkan kreativitas serta melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja sejak awal,” ujarnya.

DHilyana menyebutkan bahwa mahasiswa KKN MBKM kali ini merupakan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang melakukan PLP yang berjumlah 1.017 orang, tersebar di 316 desa dan 12 kabupaten di wilayah Provinsi NTB dan di luar NTB.

Sementara itu, Dekan FKIP Unram Prof Dr H A Wahab Jufri, M.Sc menyatakan program KKN MBKM yang terintegrasi dengan PLP ini merupakan konsep baru yang terapkan sesuai dengan amanah dari Kemendikbud.

“Harapan kita bersama, tentu melalui KKN Merdeka Belajar-Kampus Merdeka ini kita bisa memberikan hak kepada mahasiswa untuk menyelesaikan tugas kemahasiswaannya menjadi lebih awal,” ungkapnya.

Prof Jufri berharap para mahasiswa KKN MBKM bisa menyelesaikan seluruh tugas akademik mereka dengan lancar dan simultan mengingat kegiatan KKN yang terintegrasi dengan PLP, sehingga membuat mahasiswa bisa memulai penyusunan skripsi lebih awal.

“Kita berharap nantinya, sebagian besar anda semua bisa menyelesaikan skripsi sebelum akhir semester delapan,” katanya. (*)

Comments

comments