Besok, Pengurus Kadin NTB 2020-2025 Resmi Akan Dikukuhkan

0
Foto : Dari kanan ke kiri H Agus Agus Mulyadi, H Hasmudin, H Faurani, SE, MBA (Ketua Kadin) dan Lalu Anas Amrullah (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Sabtu 22 November 2020, Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi NTB periode 2020-2025 secara resmi akan dilantik.

Pelantikan akan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Kadin dengan Pemprov NTB, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Bank NTB Syariah dan Unram.

“Besok pagi acara pengukuhan dan pelantikan dewan penasehat, dewan pertimbangan dan dewan pengurus Kadin masa bakti 2020-2025,” ujar Ketua Panitia Pelantikan sekaligus Pengurus Kadin NTB H Hasmudin saat konferensi pers di sekretariat Kadin Provinsi NTB di Mataram, Jumat, 20 November

Ia mengatakan, pelantikan akan dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, konglomerat Indonesia, James Riyadi, Anindia Bakrie dan Gubernur NTB, H Zukieflimansyah juga mengonfirmasi kehadirannya.

“Acara pengukuhan juga akan dirangkaikan dengan talk show bincang-bincang bersama empat (4) narasumber akan bicara sebagaimana pengusaha menghadapi era new normal di NTB,” kata Hasmudin

“Jumlah undangan yang kita undang karena dalam pandemi COVID-19 itu maksimal 200. Terdiri dari seluruh pengurus Kadin yang akan dilantik, ketua serta satu orang utusan masing-masing Kabupaten/Kota di NTB 2 orang. Kemudian dari OPD terkait,” sambungnya.

Sementara, Ketua Kadin Provinsi NTB terpilih, H Faurani mengungkapkan bahwa pelantikan besok akan menghadirkan sejumlah pihak dari Pondok Pesantren (Ponpes) yang akan dibina oleh Kadin.

“Yang paling penting menghadirkan pihak pondok pesantren karena keadaan nanti akan dijelaskan oleh Ketum Kadin ke depan itu akan membina perekonomian dari pondok pesantren,” ungkap Faurani didampingi H Agus Mulyadi, dan Lalu Anas Amrullah.

Menurutnya, ternyata pondok pesantren potensi yang perlu dibina dan dikembangkan.

“Banyak sekali potensinya yang harus dibina dan dikembangkan. Insya Allah kita akan menggunakan percontohan mungkin dua atau pondok pesantren dulu,” katanya

Bagaimana pondok pesantren, lanjutnya tidak terlalu bergantung bantuan dari luar. Pihak Kadin ingin memberdayakan potensi yang ada.

“Kita berdayakan dari potensi yang ada di sana, mereka punya olahan, banyak kan lahan yang kosong, punya SDM. Ada juga program pemerintah kita padukan di sana, tentu saja bisa menjadi pengusaha-pengusaha baru,” tutur Faurani

Minimal mereka tidak tergantung pihak luar. Contohnya ada telur, ayam, ikan. Sehingga harapannya sambil belajar katakanlah para santri itu mereka mengaji, hafiz Al quran tapi mereka harus diberdayakan, mereka sambil belajar bisa menjadi peternak ayam, perikanan.

“Kita padukan nanti dengan Unram, padukan dengan yg lain seperti Pemda, itu makanya kita ada MoU dengan beberapa pihak terkait ini. Nanti Bank NTB yang biayaikan,” kata Faurani menambahkan (*)

Comments

comments