SNHI Unram 2020 Bahas Potensi Ancaman di Wilayah Perbatasan Negara

0
Foto : Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam acara Seminar Nasional Hubungan Internasional (SNHI) yang digelar secara daring Kamis (12/11) lalu mengatakan, kejahatan transnasional merupakan suatu bentuk kejahatan yang menjadi ancaman bagi keamanan dan kemakmuran global. Hal tersebut mengingat sifatnya yang banyak melibatkan pelaku dari berbagai negara (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam acara Seminar Nasional Hubungan Internasional (SNHI) yang digelar secara daring Kamis (12/11) lalu mengatakan, kejahatan transnasional merupakan suatu bentuk kejahatan yang menjadi ancaman bagi keamanan dan kemakmuran global. Hal tersebut mengingat sifatnya yang banyak melibatkan pelaku dari berbagai negara.

“Dalam konteks Indonesia, kejahatan transnasional perlu mendapat perhatian khusus mengingat letak Indonesia yang sangat strategis sehingga rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan tersebut,” katanya dalam seminar bertajuk “Ancaman Transnational Organized Crime Terhadap Situasi Keamanan di Wilayah Perbatasan Indonesia”, yang digelar oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram (Prodi HI Unram).

Mengingat hal itu, lamjutnya, maka sangat relevan bagi Prodi HI Unram untuk membahas topik ancaman kejahatan transnasional dalam kaitannya dengan keamanan wilayah di perbatasan negara. Prof. Husni pun berharap SNHI 2020 dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk membantu pemerintah mencegah ancaman transnasional demi keamanan wilayah Indonesia.

Ketua Prodi HI Unram, Dr. Muhammad Sood, SH., MH mengatakan, SNHI merupakan acara yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun kelima diselenggarakannya acara tersebut.

“Berbagai seminar yang kami lakukan tidak lain untuk membuka wawasan kita terutama terkait dengan ancaman Transnational Organized Crime Terhadap Situasi Keamanan di Wilayah Perbatasan Indonesia, yang menjadi tema kita tahun ini,” tuturnya.

Sementara, Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Ph.D selaku narasumber pertama, menjelaskan mekanisme keamanan wilayah perbatasan cerdas terintegrasi (Integrated Smart Border) untuk meningkatkan keamanan negara.

“Kita perlu membuat menajemen pengelolaan keamanan perbatasan yang cerdas tapi juga terintegrasi, serta menganalisis siapa saja aktornya dan bagaimana kebijakan-kebijakan yang perlu dikedepankan dalam masalah ini,” terangnya.

Guru Besar President University itu juga memaparkan bahwa secara umum ada tiga ancaman yang berkaitan dengan keamanan perbatasan, yakni terorisme transnasional, imigran illegal dan organisasi kejahatan.

Sementara itu Dr. Ir. H. A. Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si. mengatakan kejahatan transnasional adalah bentuk ancaman yang serius bagi keamanan dan kemakmuran global, karena melibatkan banyak negara.

“Di negeri kita saat ini sudah banyak bisnis-bisnis illegal yang dijalankan lintas negara, bahkan dibeberapa tempat menggunakan kekerasan,” ungkap Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia itu.

Oleh sebab itu, menurutnya kajian seputar ancaman di perbatasan wilayah perlu terus didalami oleh mahasiswa prodi HI agar memiliki wawasan utuh sehingga bisa merespon isu-isu kejahatan transnasional terorganisir yang semakin meningkat tahun ke tahun.

Selain akademisi, Prodi HI Unram juga menghadirkan jurnalis senior Metro TV Desi Fitriani selaku sebagai narasumber dalam kegiatan ilmiah tersebut. Jurnalis spesialis wilayah konflik itu membeberkan beberapa bentuk ancaman keamanan di perbatasan, diantaranya adalah penyeludupan narkoba, penyeludupan senjata, TKI Ilegal dan lain sebagainya.

“Barang-barang maupun hal-hal tersebut tidak hanya masuk ke Indonesia, namun juga keluar dari Indonesia,” katanya. (*)

Comments

comments