Pegawai Honorer Dishub Loteng Minta Insentif Dinaikkan, Pemda Menolak

0
Foto : Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah Fardan (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah MetroNTB.com – Pegawai honorer Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Tengah meminta insentif dinaikkan.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah Fardan mengungkapkan sebanyak 116 pegawai honorer di Dinas Perhubungan dengan insentif honorer Rp 400.000 perbulan. Pihaknya sudah mengusulkan ke Pemda minimal insentif honorer Dishub sama dengan Pol PP sebesar RP 1.150.000 di tahun 2021.

“Kita sudah mengusulkan ke Pemda untuk kenaikan insentif honorer Dishub, namun ditolak,” kata Fardan.

Ia mengakui usulan pertama ditolak, pihaknya mencoba melihat standar harga tertinggi yaitu Rp 700.000 dan saat melakukan konsultasi dengan TAPD masih ditolak juga.

“Saya tidak tau alasan kenapa usulan kami ditolak,” ungkap Fardan

Menurutnya, pekerjaan Dishub dengan Pol PP itu hampir sama tetapi terkait insentif pegawai honor Dishub kalah jauh.

“Petugas kebersihan juga insentifnya Rp 800.000 dan petugas air mancur insentifnya Rp 1.500.000,” katanya

Ia mengakui pernah lakukan hearing ke kantor DPRD beberapa waktu lalu dan dewan berjanji akan mengkonsultasikan ke Pemda.

“Kami pernah konsultasi ke DPRD dan dewan siap menyampaikan ke Pemda dan akan dibahas di pembahasan banggar,” ucap Fardan

Pihaknya juga mengakui bahwa telah berkonsultasi ke pada Sekertaris Daerah. Hasilnya, Sekda akan membicarakannya dengan BPKAD

“Kami sudah sampaikan ke Sekda. Sekda mengatakan akan membicarakannya dengan BPKAD,” ulasnya

Seharusnya Pemda memberikan pemerataan kesejahteraan yang sama antara pegawai honor Dishub dengan Pol PP.

“Untuk sekarang semua honor-honor lain sudah di hapus sehingga honorer Dishub hanya mendapat Rp. 400.000 perbulan. Kita sudah berusaha dan apapun hasilnya kita manut saja sebagai bawahan,” keluhnya

Menanggapi permintaan Dishub, Plt Sekertaris Daerah Lalu Idham Khalid mengatakan bahwa sebenarnya ingin menaikkan insentif honorer pegawai Dishub tapi kondisi anggaran ini yang belum memadai.

“Bersabar saja dulu, siapa tau nanti DPRD ada kebijakan lain,” imbuhnya

Pegawai honorer Dishub meminta kenaikan insetifnya menjadi sebesar Rp 700.000 yang semula insentifnya hanya Rp 400.000.

Pihaknya mengakui sudah menyerahkan persoalan ini ke BPKAD untuk mengkaji lebih jauh persoalan ini.

“Saya sudah serahkan ke BPKAD untuk mengkaji dan mungkin BPKAD langsung mengumumkan hasil dari kajian persoalan ini,” cetus Lalu Idham

Ia mengakui memang agak berat persoalan kenaikan insentif ini karena anggaran daerah masih belum normal

“Anggaran transfer kita berkurang, PAD kita juga berkurang,” tandasnya

Di masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada menurunya PAD. Penurunan PAD sampai tujuh miliar lebih dikarenakan restauran banyak yang tutup.

“Penyumbang terbesar PAD Lombok Tengah berasal dari pajak dan restaurant,” kata Lalu Idham menambahkan (*)

Comments

comments