Pendaki Rinjani Diwajibkan Terapkan Protokol Kesehatan COVID-19

0
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady mewajibkan para pendaki menerapkan protokol COVID-19 yang ketat. Baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu wisata.
Foto : Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady (MetroNTB/Dis)

Mataram, MetroNTB.com – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady mewajibkan para pendaki menerapkan protokol COVID-19 yang ketat. Baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu wisata.

“Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas COVID-19 untuk yang dari luar provinsi NTB atau bebas gejala flu
untuk yang berasal dari pulau Lombok,” kata Kepala Balai TNGR Dedy Asriady saat memberikan keterangan pers di Pendopo Wakil Gubernur, Jumat 13 November 2020.

Selain itu, setiap wisatawan wajib membawa Handsantizer, dan trash bag penampungan sampah.

Dalam menyelenggarakan kunjungan wisata alam di TNGR, Dedy mengaku sejak awal bersama-sama Pemerintah Provinsi NTB, Pemda KLU, Lombok Tengah, Lombok Timur serta stakeholder terkait lainnya, telah merancang berbagai ketentuan guna menunjang kelancaran pembukaan destinasi wisata alam di TNGR pada masa new normal yang meliputi persiapan protokol, internalisasi, konsultasi publik dan sosialisasi, edukasi dan simulasi.

“Sebagai langkah optimalisasi penyelenggaraan wisata alam di kawasan TNGR di masa pandemi, kami senantiasa melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Gugus Tugas COVID-19 tingkat Kesa, Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan oleh pengunjung maupun petugas di seluruh destinasi wisata alam,” tuturnya

Selain itu, pengunjung diingatkan untuk melakukan upgrading aplikasi booking online e-Rinjani, menyediakan fasilitas pendukung wisata, protokol kesehatan maupun penanganan sampah, meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang evakuasi dan pengelolaan pengunjung, sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat (pengunjung, TO, pecinta alam, dan lain-lain).

Selain itu, pihaknya menunjuk dan melibatkan kelompok masyarakat adat dan bank sampah di desa sekitar kawasan dalam pengelolaan sampah serta koordinasi dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan mitra Balai TN Gunung Rinjani lainnya.

“Mari bersama-sama mengawal dan menyelenggarakan kegiatan wisata alam secara bijak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB,” ajak Dedy (*)

Comments

comments