Perubahan Nama Bandara, Warga Lingkar Bandara Mulai Lunak

0
Pemeritah Provinsi melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar silaturrahmi bersama pemuda dan masyarakat lingkar bandara yaitu desa Tanak Awu, desa Penujak dan desa Ketare di D'Max Hotel Lombok Tengah Rabu, 11 November 2020
Foto : Pemeritah Provinsi melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar silaturrahmi bersama pemuda dan masyarakat lingkar bandara yaitu desa Tanak Awu, desa Penujak dan desa Ketare di D'Max Hotel Lombok Tengah Rabu, 11 November 2020 (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pemeritah Provinsi melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar silaturrahmi bersama pemuda dan masyarakat lingkar bandara yaitu desa Tanak Awu, desa Penujak dan desa Ketare di D’Max Hotel Lombok Tengah Rabu, 11 November 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozan menyinggung tentang penambahan nama bandara Lombok menjadi Bandara Zainuddin Abdul Majid Lombok International Airport.

“Saya ditugaskan pimpinan terkait penambahan nama bandara. Berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) dan DPRD NTB untuk nama bandara ini ditambah menjadi Bandara Zainuddin Abdul Majid Lombok International Airport,” kata Faozal

Ia menjelaskan nama-nama bandara banyak di Indonesia banyak yang berkaitan dengan nama pahlawan. Contohnya di Sumbawa nama bandaranya Sultan Kaharudin.

“Di Lombok nama pahlawan kita Zainuddin Abdul Majid dan itu akan menjadi nama bandara kita. Nama bandara tidak dirubah akan tetapi hanya ditambahkan saja,” tutur Faozal

Sementara, perwakilan warga Penujak Slanglet H Sabirin mengatakan, penyampaian kepala dinas cukup jelas dan membuka cakrawala berpikir lebih jauh kedepan.

“Kami selaku warga dan pemuda kawasan lingkar bandara bermasalah dengan sedikitnya tenaga kerja yang diserap oleh bandara. Memang ada beberapa dusun yang bisa menjadi pekerja di bandara bahkan ada yang sampai 40% warganya dapat bekerja dan ada beberapa dusun yang warganya yang tidak dapat bekerja,” ungkapnya

Selain itu ada juga warga yang bekerja paling lama tahun lalu diberhentikan, padahal 70% tanah bandara itu adalah tanah warga.

“Kami selaku pemuda sangat butuh support dan binaan dari dinas pariwisata untuk bisa dipekerjakan di dalam segala bidang,” imbuhnya

“Kami pemuda desa penujak siap mengikuti bagaimana petunjuk dari pemerintah,” tegas Sabirin

Perwakilan dari masyarakat desa Ketare Lalu Badi mengakui sebenarnya pihaknya tidak mempermasalahkan nama bandara ini.

“Tapi yang jadi masalah adalah kami tidak pernah mendapatkan hak kami di bandara. Bandara ini hanya sekedar numpang di wilayah kami,” ujarnya

Pihaknya mengakui bahwa, sangat sulit untuk masuk bekerja di bandara padahal mempunyai banyak potensi

“Sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan di bandara kalaupun ada itu hanya sebagai security dan cleaning service padahal potensi kami banyak dibidang yang lebih tinggi dari itu,” tutur Badi

Pihaknya juga berharap dinas pariwisata NTB bisa lebih memberikan pembinaan kepada pemuda lingkar bandara untuk menyiapkan diri menyambut MotoGP.

“Kami berharap kepada dinas pariwisata NTB untuk menyiapkan pemuda-pemuda lingkar bandara untuk menempuh MotoGP juga,” harapnya

Terkait nama bandara, mau di tambah atau tidak itu terserah, pihaknya tidak ada masalah

“Kalau memang penambahan nama bandara ini adalah aturan pemerintah maka mari kita bersatu dan mendukung pemerintah, nama bandara mau ditambah juga tidak apa-apa,” tegas Badi

“Jika memang ini adalah aturan pemerintah dan tidak merugikan masyarakat, maka kami setuju jika nama bandara ini ditambah menjadi Bandara Zainuddin Abdul Majid Lombok International Airport,” tambah warga perwakilan desa Ketara H Lalu Ibnu Abbas (Zan/Mn)

Comments

comments