Pemdes Ancam Tutup Paksa TPA Pengengat Jika Pemda tidak Penuhi Janji

0
Foto : Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah memediasi masyarakat dan Karang Taruna Desa Pengengat bersama beberapa Kepala Dinas terkait penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Senin 11 November 2020 (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pemerintah Desa (Pemdes) mengancam tutup paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Plt Kepala Desa Pengengat Syamsudin mengatakan, apabila janji-janji dari Pemda tidak terealiasi, maka dirinya akan menjadi gerda terdepan untuk menutup TPA Pengengat.

“Saya akan jadi garda terdepan untuk menutup TPA yang ada di pengengat ini. Kami setiap hari diminta masyarakat untuk menyelesaikan kasus TPA ini,” ancanya saat dimediasi Kejari Praya, kemarin

Senada, anggota Karang Taruna Desa Pengengat Juniardi menilai Pemda Loteng berlaku tidak adil.

“Kami datang karena ketidakadilan dari pejabat Pemerintah Daerah,” katanya

Diungkapkannya, TPA ini luasnya 10 hektar dan paling tidak jarak dengan pemukiman itu harus 500 meter sesuai aturan. Pihaknya juga menganggap pemerintahan ini tidak jelas kerjanya

“Pola kerja pemerintah ini tidak jelas, setelah diributkan baru turun berjanji dan hilang lagi. Kami menganggap pemerintah tidak jelas dalam mengelola TPA ini,” tuding Juniardi

Sementara, Ketua BPD Desa Pengengat Ahmadun Rialim mengatakan, dari TPA belum ada dirinya sudah menjadi BPD dan ikut mengkawal rencana pembangunan TPA ini.

Ia bercerita secara spontan ketika zaman almarhum Kades yang dulu siap memberikan lahan karena pemerintah berjanji akan membangun pabrik pengolahan sampah dan akan menyerap banyak tenaga kerja dari warga setempat

“Pemerinah mengatakan TPA ini tidak akan menimbulkan bau dan sebabkan pencemaran lingkungan. Sampai sekarang itu tidak terlaksana dan hanya omong saja dan keadaan di TPA sangat berbanding terbalik,” ungkapnya

Dikatakannya, pada bulan Mei tahun 2014 TPA ini diresmikan tapi sampai sekarang belum juga dibangun pabrik pemilihan sampah. Beberapa janji pemerintah terkait jalan menuju TPA juga tidak direalisasikan.

“Kami sering melakukan hearing ke pemerintah daerah, statemen dimedia tapi tidak direspon sama sekali sampai sekarang oleh pihak Pemda.
Kami mulai jenuh karena menuntut janji dari pemerintah yang tidak pernah kunjung di tepati,” tutur Ahmadun

Pihaknya mengakui belum merasakan manfaat dari keberadaan TPA ini, malah mendatangkan banyak mudarat bagi masyarakat

“Ayam ternak kami banyak yang mati, Sapi kami mati, banyak lalat berterbangan dan banyak sampah terbang bebas ke rumah warga,” tandasnya

Kordinator Masyarakat Rata Wijaya meminta Pemda Loteng untuk membuka kembali perencanaan terkait pengelolaan TPA Pengengat.

“Tolong dibuka perencanaan dari Pemda bagaimana perencanaan penumpukan sampah ini, apakah hanya ditimbun atau bagaimana?
Bagaimana akan mendukung pembangunan motoGP jika sampah masih menggunung di desa kami,” imbuhnya

“Kami pernah dimediasi oleh mantan Sekda HM Nursiah beberapa waktu lalu terkait penyelesaian masalah TPA ini dan dijanjikan akan diselesaikan dalam jangka waktu tiga hari, namun sampai sekarang hanya omong saja dan kemudian kami menghadap Wakil Bupati pada saat itu namun tidak ada jawaban juga,” kata Rata menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments