Gubernur Sebar Pesan Keteduhan di Poto Tano

0
Foto : Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah hingga saat ini tetap aktif menyapa masyarakat. Itu semua dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan, menciptakan keteduhan, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara berbagai elemen masyarakat (MetroNTB/Hms)

Sumbawa, MetroNTB.com – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah hingga saat ini tetap aktif menyapa masyarakat. Itu semua dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan, menciptakan keteduhan, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara berbagai elemen masyarakat.

Karena menurut Gubernur, modal pembangunan bukan melulu soal dana, yang jauh lebih penting adalah modal sosial, yaitu bagaimana persatuan, rasa saling percaya, dan gotong royong semua elemen dikoordinasikan untuk mengakselerasi program pembangunan.

“Silaturrahim harus tetap kita jaga, semua pihak harus dirangkul, digalang persatuan, ciptakan keteduhan, dalam mewujudkan NTB Gemilang,” ungkap Gubernur saat melakukan silaturrahim bersama masyarakat Poto Tano pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Bang Zul melanjutkan, pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah yang sama, bersatu padu, bahu-membahu dalam mewujudkan visi daerah. Dengan begitu, segala program pemerintah serta aspirasi masyarakat mampu dijalankan dengan baik.

“Saat ini kita sedang menghadapi tantangan kebinekaan dan ancaman perpecahan. Memperkuat silaturrahim menjadi solusi untuk menjaga kekompakan, kedamaian dan keakraban di tengah kebinekaan,” tambah Bang Zul.

Salah seorang masyarakat Poto Tano, Badaruddin, mengaku senang dan bisa jumpa kembali dengan Gubernur NTB. Ia mengaku, tradisi silaturrahim yang dilakukan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut membuatnya kagum serta menjadi ruang kesempatan untuk menyampaikan seluruh aspirasi.

“Tidak hanya silaturrahim, kita bisa berdialog sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat,” ungkap pria berusia 42 tahun tersebut.

Kepada Gubernur, ia berharap silaturrahim yang telah dilakukan tersebut konsisten dilakukan di seluruh kalangan masyarakat. Badar meminta, dalam kondisi apapun, silaturrahim harus tetap dilakukan secara merata.

“Pak Gubernur mengajarkan kami tentang makna hidup, dari beliau saya belajar banyak, terutama dalam menjaga persaudaraan,” tambah pria tiga anak tersebut. (*)

Comments

comments