PKB Dinilai Berpotensi Jadi Partai Besar di NTB

0
Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil didampingi Ketua PKB NTB H Lalu Hadrian Irfani saat sowan ke Rois Syuriah PWNU NTB sekaligus Musytasar PBNU TGH Lalu Turmudzi Badaruddin
Foto : Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil didampingi Ketua PKB NTB H Lalu Hadrian Irfani saat sowan ke Rois Syuriah PWNU NTB sekaligus Musytasar PBNU TGH Lalu Turmudzi Badaruddin (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Warga NTB mayoritas penganut ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Atas dari itu, Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menilai PKB NTB berpotensi menjadi partai besar.

“PKB di NTB miliki potensi untuk menjadi partai besar,” Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil saat melakukan monitoring dan evaluasi DPW PKB NTB beberapa hari lalu.

Ia mengingatkan hal yang penting untuk dilakukan dalam upaya evaluasi dan monitoring untuk perbaikan kinerja partai ke depan adalah perlunya dilakukan restrukturisasi mulai dari tingkat DPW, DPC, PAC hingga ranting.

“Restrukturisasi ini penting. Setelah Muktamar Bali, AD/ART kita mengharuskan restrukturisasi dari DPP sampai DPW termasuk DPC. Nah, pola pemilihan ketua baik di Muswil atau Muscab, sekarang kita menghindari kubu-kubuan. Muscab dan Muswil menentukan 2 sampai 3 nama untuk diusulkan ke DPP untuk tingkat DPW, nah nanti DPP yang menentukan,” terang Gus Jazil.

Ia menerangkan hasil Muktamar PKB Bali akan digunakan sebagai panduan melakukan restrukturisasi mulai Ranting hingga DPW.

“Parpol yang kuat adalah jika memiliki kekuatan baik di legislatif maupun eksekutif. Sebab, jika hanya kuat di legislatif namun tidak memiliki posisi di eksekutif maka perolehan suaranya rawan menyusut,” tutur Gus Jazil

Karena itu, lanjutnya DPP PKB mendorong agar PKB NTB menjadikan kadernya sebagai kepala atau wakil kepala daerah.

“Kalau legislatif meningkat tapi eksekutif tak kita topang, biasanya kursinya gonjang ganjing. Supaya kursinya mengunci, kalau Bupatinya dari PKB, DPRD dari PKB, itu ngunci. Masalahnya ketika keadaannya berbalik sudah ada parpol lain sudah mengunci, itu pintar-pintar ketuanya,” ulasnya

Selain itu, pihaknya juga meminta DPW PKB memberikan masukan yang objektif kepada DPP sehingga restrukturisasi kepartaian bisa berjalan maksimal dan ke depan perolehan suara PKB di NTB semakin baik.

“DPP PKB memberikan penghargaan ke DPW PKB NTB atas prestasinya. Kehadiran saya disini untuk memperkuat apa yang harus kita lakukan. Kita harus memperbaiki struktur kepengurusan dari Ranting sampai DPW,” katanya.

Ia menambahkan, penyusunan program kerja yang baik sehingga ke depan target pada Pemilu 2024, perolehan suara PKB di NTB terus meningkat. DPP PKB berharap struktur Ranting sampai DPW segera selesai.

“Tolong dalam menyusun struktur bikin musyawarah terbaik. Saya ingin di NTB menentukan kepengurusan dan perencanaan organisasi dengan mengedepankan prinsip musyawarah. Semua pendapat didengarkan. Jangan suka ngambek. Jadi harus dibuka musyawarah karena begitu ajarannya. Kalau sudah diputuskan, jangan ada kritik sana sini, tapi dijalankan,” kata Gus Jazil menambahkan (red)

Comments

comments