Muda Mengajar Lombok-Kemensos Gelar Webinar “Penyaluran dan Manfaat BST”

0
Foto : Komunitas sosial pendidikan Muda Mengajar Lombok, NTB bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI menggelar Webinar via Zoom mengusung tema "Penyaluran dan Manfaat BST : Ikhtiarkan pulihkan ekonomi Indonesia", Kamis 5 November 2020 (MetroNTB/Yu)

Mataram, MetroNTB.com – Program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI bagi keluarga yang tidak termasuk ke Program Keluarga Harapan (PKH) atau non PKH harus tepat sasaran.

Komunitas sosial pendidikan Muda Mengajar Lombok, NTB bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI menggelar Webinar via Zoom mengusung tema “Penyaluran dan manfaat BST : Ikhtiarkan pulihkan ekonomi Indonesia”, Kamis 5 November 2020.

Hadir sebagai pemateri, Kepala Kasi Dinsos Lombok Tengah Dede Tsyabitul Misyaq, Kepala Kantor Pos Mataram, Sugiyana, Akademisi UNU NTB, Muhamad Sadli, Pengamat Hadi Wijaya

Kepala Kasi Dinsos Lombok Tengah, Dede Tsyabitul Misyaq memaparkan verifikasi dan validasi data KPM Bansos, khususnya BST. Ia mengatakan data yang selama ini digunakan adalah hasil dari BDT Tahun 2015 dan telah di perbaiki lewat pemutahiran data di Tahun 2019. Ia mengakui Dinas Sosial sendiri masih sangat kekurangan infrastruktur untuk melakukan semua perbaikan dengan cepat.

“Berbicara validasi data, memang kami cukup lambat karena kurangnya infrastuktur dalam mengatasi masalah tersebut, tetapi dari tahun 2019 kami cukup intens mengkawal data dan perubahan data tersebut,” katanya

“BST hadir untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu ditengah pandemi COVID-19. BST ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak menerima Bansos seperti PHK dan BPNT,” tutur Dede

Kepala Kantor Pos Kota Mataram, Sugiyana mengatakan saat ini BST sudah memasuki tahap penyaluran Ke-7 dan akan memasuki tahap Ke-8 yang akan segera di realisasikan sebelum bulan desember 2020.

“Kantor Pos sebagai wadah untuk menyalurkan BST ini sudah memasuki tahap ke 7. Sebelum Desember ini sudah dapat kami pastikan akan masuk ke tahap penyaluran ke 8,” katanya

Dari sudut pandang akademisi,

Sementara, Akademisi UNU NTB Muhamad Sadli menyoroti  kepanikan di kalangan masyarakat Indonesia yang menyebabkan orang-orang melakukan panic buying, dampaknya banyak kalangan masyarakat memborong barang kebutuhan harian.

“Akibat dari adanya andemic COVID-19 ini memberikan pengaruh hampir pada seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, seperti halnya sektor pendidikan,” ungkapnya

Dengan adanya pandemi COVID-19, anggaran dipangkas yang semulanya untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia. Namun masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTB tidak boleh pesimis dalam menjalani hidup di tengah pandemi COVID-19.

“Saya yakin pasti ada saja hikmahnya di balik semua ini. Di tengah COVID-19 ini, pemerintah juga menganggarkan bantuan BST,” ucap Sadli

Menurutnya, bansos untuk masyarakat terdampak pandemi yang bersifat bantuan tanggap darurat. Dengan demikian tujuan dari peluncuran Bansos ini untuk mengurangi beban dan meningkat daya beli masyarakat akibat pandemi.

“Melalui BST, banyak masyarakat merasakan manfaatnya. Terlebih penyalurannya sangat cepat,” katanya

Pengamat Hadi Wijaya menambahkan
dalam proses penyaluran BST maupun Bandos lainnya masih belum maksimal. Salah faktornya adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

“Penyaluran bantuan sosial di NTB banyak sekali masalah yang saya temukan, faktor utamanya adalah terkait validasi dan verifikasi data dengan rentan waktu yang cukup lama dan kurangnya sosialisasi dan transparansi dari pemerintah,” ungkapnya

“Dengan adanya webinar ini, setidaknya bisa mengatasi salah salah satu masalah tersebut,” kata Hadi menambahkan (*)

Comments

comments