Optimalisasi Website Resmi Demi Keterbukaan Informasi Publik

0
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi didampingi Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB Ajeng Roslinda Motimori saat membuka acara Rapat Teknis Monev KIP 2020 di Kantor KI NTB, Senin (19/10).
Foto : Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi didampingi Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB Ajeng Roslinda Motimori saat membuka acara Rapat Teknis Monev KIP 2020 di Kantor KI NTB, Senin (19/10).

Mataram, MetroNTB.com – Website resmi badan publik di Provinsi Nusa Tenggara Barat diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh seluruh Badan Publik. Hal ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan pada satu wadah resmi dengan lebih mudah dan efisien.

“Upaya ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sesuai dengan misi NTB bersih dan melayani,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat membuka acara Rapat Teknis Monev KIP 2020 di Kantor KI NTB, Senin (19/10).

“Pemrov NTB berkomitmen mewujudkan keterbukaan informasi publik yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Karena itu Badan Publik harus memanfaatkan seluruh kanal komunikasi yang tersedia terutama website masing-masing badan publik,” kata Gede

Sementara, Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB Ajeng Roslinda Motimori menjelaskan terkait perbedaan monev KIP tahun ini. Perempuan kelahiran Kempo 1969 tersebut mengungkap tahun ini monev KIP tak lagi diikuti oleh badan publik vertikal dan partai politik, namun diikuti oleh Sekolah tingkat SMA/SMK, Puskesmas, dan Kantor Desa se-NTB selaku PPID layanan dasar.

Instrument penilaiannya pun sedikit berbeda, menyesuaikan dengan pandemi COVID-19- dimana akan dinilai seberapa bagus dan seberapa siap badan publik menyampaikan informasi terkait COVID-19 dan  pelayanan yang menyesuaikan standar COVID-19.

“Kami akan menilai bagaimana badan publik menyampaikan program unggulannya di tengah pandemi ini,” katanya.

Ajeng berharap tahun ini semakin banyak badan publik yang ikut berpartisipasi. Dari lima kategori yang akan diberikan (informatif, menuju informatif, cukup informatif, tidak informatif, tidak partisifatif).

Ia juga berharap agar tak ada Badan publik yang mendapat predikat tidak informatif dan tidak partisipatif.

“Partisipasi tahun ini luar biasa. Dan kami harapkan sampai ditahapan akhir,” ungkap Ajeng.

Diakhir penyampaiannya, Ajeng juga menjelaskan, rencananya monev KIP 2020 akan mulai digelar pada awal November mendatang. Puncaknya akan digelar pada Bulan Desember bersama perayaan HUT Provinsi NTB.

“Semoga monev tahun ini berjalan lancar demi tujuan utamanya yakni keterbukaan informasi publik yang seluas-luasnya di Provinsi NTB,” pungkasnya. (*)

Comments

comments