Milenial Didorong Jadi Enterpreneur untuk Hadapi Resesi Ekonomi

0
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mendorong para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat menghadapi resesi ekonomi dan berkontribusi mewujudkan lapangan kerja baru di Indonesia
Foto : Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mendorong para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat menghadapi resesi ekonomi dan berkontribusi mewujudkan lapangan kerja baru di Indonesia (MetroNTB/Diskominfotik)

Sumbawa Barat, MetroNTB.com – Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mendorong para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat menghadapi resesi ekonomi dan berkontribusi mewujudkan lapangan kerja baru di Indonesia.

Demikian disampaikan Wagub saat menjadi narasumber pada Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia”, yang diikuti secara virtual di Kantor Camat Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Selasa (20/10).

“Anak-anak muda dapat menjadi tangguh dan pejuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik dimasa depan dengan menjadi enterpreneur ditengah pandemi,” kata Rohmi

Tak hanya itu, perempuan inspiratif Tahun 2019 itu mengingatkan bahwa menjadi wirausahawan diperlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan usaha.

Selain itu, Ia juga berharap agar generasi milenial dapat terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing.

Rohmi juga memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi COVID-19. Seperti Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetap aman dan produktif, termasuk Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Senada, Founder OK OCW, Sandiaga S. Uno yang menilai bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak diberbagai sektor. Salah satunya di sektor ekonomi, dan hal ini paling dirasakan oleh UMKM di Indonesia.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi dan pembayaran mulai tertahan semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu,” tuturnya

Untuk itu, Bang Sandi sapaan akrabnya menilai bahwa salah satu solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan melakukan adaptasi pasar, dimana dengan melakukan pengelolaan serta inovasi yang efektif dan efisien di masa pandemi.

“Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan,” tandasnya

Sementara, Ketua Umum OK OCE, Lim Rusyamsi menjelaskan bahwa sebanyak 76.040 jumlah warga tergabung dengan OK OCE melalui komunitas penggerak dan sebanyak 310.270 jumlah warga yang tergabung dengan OK OCE melalui Pemerintah Daerah.

“Target 4 tahun kedepan sebanyak 2 juta anggota dan 500 penggerak, sehingga setiap penggerak sudah dibekali untuk dapat menjadi mentor yng dapat mendampingi UMKM setiap daerahnya,” ungkapnya

Sedangkan Taufan Rahmadi, Founder Temannya Wisatawan mengharapkan agar para milenial dapat menjadi ambassador atau duta bagi desa wisata yang ada dikampung halaman terlebih di masa pandemi Covid-19 namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa menjadi ambassador sendiri sebagai duta pariwisata bagi daerah masing-masing untuk memajukan pariwisata,” katanya

Webinar Nasional yang diinisiasi oleh Kabinet Gotong Royong Universitas Hamzan wadi ini diikuti oleh 520 Peserta seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live di sosial media Facebook serta YouTube. (*)

Comments

comments