PLN-Pemprov NTB Tandatangani MoU Kembangkan Sepeda Listrik

0
Mendukung program NTB Sejahtera dan Mandiri, PLN menandatangani MoU untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle (Matric-B) antara Gubernur Dr Zulkeflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Lasiran di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat (23/10).
Foto : Mendukung program NTB Sejahtera dan Mandiri, PLN menandatangani MoU untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle (Matric-B) antara Gubernur Dr Zulkeflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Lasiran di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat (23/10).

Mataram, MetroNTB.com – Mendukung program NTB Sejahtera dan Mandiri, PLN dan Pemeritah Provinsi menandatangani MoU untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle (Matric-B) antara Gubernur Dr Zulkeflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Lasiran di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Jumat (23/10).

“Teknologi kadung dipersepsikan sebagai komoditas import. Sesuatu yang efisien tapi secara umum keberanian memulai pengembangan teknologi sejak lama dikebiri oleh situasi,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, hal pertama yang dapat dilakukan adalah “learning by doing”. Banyak negara memulai era teknologi dengan jalan panjang. Konsep kecanggihan yang terus diperbaharui terkadang menyebabkan cost of learning dalam alih teknologi membuatnya berharga mahal. Namun demikian, Gubernur percaya, teknologi dan industri dapat berkembang di NTB.

Sepeda listrik unik dengan konsep “vintage chopper electric bike” mulai dikembangkan produk IKM binaan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima sejak 2019 lalu.

Matric-B memiliki keunggulan berat hanya 35 kilogram, top speed mencapai 45 km/jam, tiga jam proses pengisian energi baterai dan dapat menempuh jarak hingga 60 kilometer.

General Manager PLN UIW NTB, Lasiran mengatakan, penandatanganan MoU ini juga merupakan bentuk dukungan PLN dalam program strategis industrialisasi.

Hal tersebut dikarenakan, ke depan, proses produksi dari Matric B akan melibatkan sektor Industri Skala Menengah, terutama yang berlokasi di Bima.

“Tahapa awal PLN memesan sebanyak 15 unit senilai 280 juta,” ujar Lasiran.

Pihaknya juga berkomitmen menyediakan stasiun pengisian baterai listrik bagi lembaga atau institusi yang memesan dalam jumlah banyak.

Ada pula penandatangananan Perjanjian Kerja Sama antara Manager PLN Unit Layanan Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bima, Maman Sulaeman dengan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti.

Ini merupakan tindak lanjut dari MoU, yang secara teknis mengatur tentang pengembangan Matric B di NTB. Selain itu, diserahkan pula bantuan CSR berupa peralatan pendukung produksi sepeda listrik sebesar Rp 51.500.000,00 untuk tiga workshop.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga melakukan video conference dengan warga masyarakat kecamatan Lantung dan Ropang, Sumbawa yang kini dapat menikmati listrik 24 jam.

Sebelumnya kelistrikan di dua kecamatan tersebut hanya menyala saat malam hari. Akibat kendala lapangan dalam pemasangan infrastruktrur jaringan yang melewati hutan lindung.

“Seluruh desa di NTB sudah menikmati listrik. Ada sekitar 5300 dusun yang belum teraliri listrik karena belum ada akses jalan untuk pemasangan jaringan. PLN berkomitmen seratus persen elektrifikasi,” Lasiran menambahkan (*)

Comments

comments