BARU Sontak Dapatkan Panggung Khusus di Hati Warga Kota Mataram

0
Paslon Baihaqi dan Baiq Diyah Ratu Ganefi dengan nama paket BARU, mendapatkan nomor urut 4 dari deretan 4 pasang calon yang akan bertarung.
Foto : Paslon Baihaqi dan Baiq Diyah Ratu Ganefi dengan nama paket BARU, mendapatkan nomor urut 4 dari deretan 4 pasang calon yang akan bertarung (MetroNTB/Tim BARU)

Mataram, MetroNTB.com – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram H. Baihaqi, ST. dan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH seakan mendapatkan panggung khusus di hati warga masyarakat Kota Mataram pasca debat perdana yang digelar KPUD Kota Mataram pada Kamis (29/10).

Sikap tegas menjawab pertanyaan panelis dengan akurat, sontak menjelaskan bahwa paslon nomor urut 4 ini, layak memimpin Kota Mataram periode 2021-2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut Calon Wali Kota Mataram Baihaqi, menjawab pertanyaan panelis tentang tata kelola Kota Mataram yang tampak semakin kacau. Sebagaimana data yang disampaikan bahwa populasi kendaraan transportasi terus meningkat seiring dengan bertumbuhnya jumlah kendaraan dalam setiap bulannya.

Kondisi ini secara berangsur jika tidak segera ditangani akan membuat tata kelola kawasan perkotaan semakin buruk.

Melalui tiga poin, sebagaimana yang tertuang dalam visi – misinya, Baihaqi mengatakan akan melakukan polarisasi terhadap transportasi di Kota Mataram untuk membenahi tata kelola tersebut. Seperti halnya dengan membuka ruang baru yang menjadi kebutuhan masyarakat agar pengguna jalan tidak terkonsentrasi pada satu arus jalan saja.

“Pertumbuhan populasi kendaraan itu memang menjadi konsekuensi sebuah perkotaan. Karenanya kita akan membenah sistem transportasi pendukung, dengan melakukan polarisasi terhadap transportasi sehingga aktivitas masyarakat tidak banyak hilir mudik ditengah jalan,” katanya.

Kemudian poin berikutnya yakni menata aksesibilitas, yang kedepan dapat menjadi warna baru dari perkotaan. Yaitu dengang menghormati hak – hak pejalan kaki yang harus menjadi keutamaan ditengah perkotaan yang berkembang.

“Warna dari sebuah kota itu adalah kebutuhan terhadap hak – hak pejalan kaki. Kita tidak berbicara dari sisi transportasi kendaraan saja, tetapi bagaimana pejalan kaki ini yang menurut undang – undang itu paling tinggi dan harus di lindungi,” jelasnya.

Baihaqi juga tak lupa dengan hak pejalan kaki dari kalangan disabilitas, yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian di Kota Mataram. Karenanya diperlukan penyesuaian antara pola ruang dan tata ruang yang berbasis aksesibilitas Kota Mataram.

Sementara itu pada poin yang terakhir, lanjut Baiqhaqi, adalah pemenuhan fasilitas pada ruang publik. Berupa penopang space yang kini masih sangat kurang.

“Kita tidak melihat tema – tema tertentu untuk kawasan fasilitas ruang publik di Kota Mataram yang bersifat tematik. Contoh saja ruang publik yang ramah anak belum ada di Kota Mataram. Sehingga itu adalah salah satu bagian tersendiri yang harus kita lengkapi di Kota Mataram ini,” tandasnya.

Baihaqi juga menambahkan, jika tiga pendekatan ini bisa di integrasikan maka akan menghasilkan tata kelola ruang yang baik. “Terlepas dari itu untuk mendukung progres penerapannya, kita akan melakukan pendekatan secara psikologis dan lain sebagainya,” pungkas Baihaqi.

Debat perdana dengan tema penyampaian visi dan misi dari empat pasang calon ini disiarkan langsung oleh stasiun tv swasta di Lombok Nusa Tenggara Barat dan dapat disaksikan siaran tundanya juga melalui media sosial. Karenanya semua mata masyarakat Kota Mataram tertuju pada program debat ini untuk mengetahui secara jelas sosok – sosok dari para calon pemimpin.

Dan dalam kesempatan ini, pasangan Baihaqi dan Diyah Ratu Ganefi (BARU) tampil cerdas menjawab segala persoalan yang terjadi di Kota Mataram dengan lugas dan terarah.

Masyarakat pun menilai, penampilan pasangan BARU yang selama ini jarang muncul pada pemberitaan, kali ini memberikan kesan bahwa segala perencanaanya telah dipersiapkan dengan matang, khususnya untuk membangun Kota Mataram kedepan. (red)

Comments

comments