Kadikes : Penurunan Kasus Stunting di NTB Masih Turun Naik

0
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandinu Eka Dewi mengatakan upaya penurunan kasus stunting di Provinsi NTB masih naik turun.
Foto : Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandinu Eka Dewi mengatakan upaya penurunan kasus stunting di Provinsi NTB masih naik turun (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandinu Eka Dewi mengatakan upaya penurunan kasus stunting di Provinsi NTB masih naik turun.

“Dperlukan tindakan untuk percepatan penurunannya,” kata Eka dalam acara Workshop Konsultasi PGBT yang digelar Dinas Kesehatan NTB bekerjasama dengan Unicef dan difasilitasi oleh Sobat NTB, bertempat di Hotel Aston Inn, Mataram, 26 Oktober 2020

Ia menjelaskan Penanganan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) sendiri didahulukan karena sifatnya maslah akut, sementara kasus stunting merupakan masalah kronis. Dalam artian, jika masalah gizi buruk dapat ditangani dengan baik maka masalah stunting juga dapat turut tertangani.

“Upaya mempercepat penurunan stunting, masih naik turun. Perlu tindakan untuk percepatan penurunan. Kita melakukan percepatan yang sifatnya akut,” jelas Eka

Eka menerangkan workshop PGBT yang digelar ini merupakan fase akhir dari pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya bekerjasama dengan UNICEF. Dikes NTB telah melatih 55 Puskesmas pada 8 lokus yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Lima (5) Puskesmas dilakukan pelatihan secara langsung sementara sisanya dilakukan secara daring dikarenakan pandemi COVID-19,” katanya

Sementara itu, Blandina Rosalina Bait, selaku Nutrition Officer UNICEF NTT-NTB mewakili Direktur mengungkapkan apresiasinya terhadap Provinsi NTB yang telah menjalin kerjasama yang sangat baik dalam PGBT.

“Pencapaian sementara yang telah dilaksakan PGBT sejak Desember 2019 hingga Juni 2020 di NTB,” ungkapnya

Pelatihan gizi buruk bagi tenaga kesehatan pada lima Kabupaten/Kota, mobilisasi masyarakat, sosialisasi dan On Job training/pendampingan oleh Dikes Kabupaten dan Kota bagi puskesmas yang belum mendapatkan pelatihan PGBT.

“Selain itu, ada juga pengadaan PITA LILA oleh Dikes dan Puskesmas yang diinisiasi oleh Puskesmas PGBT dalam membuat video edukasi skrining Pita LILA di masa COVID-19,” katanya

Video tersebut dibagikan kepada pengasuh atau orangtua, serangkaian koordinasi dan advokasi dengan semua stakeholder terkait penemuan dini kasus, tindak lanjut dan dukungan pelaksana baik dari segi anggaran maupun kebijakan serta adanya surat edaran Dikes NTB terkait pelayanan gizi dalam masa pandemi COVID-19.

Termasuk penanganan gizi buruk di masa pandemi dan penapisan mandiri menggunakan Pita LILA oleh pengasuh atau orangtua.

“Kami UNICEF akan selalu mendukung NTB dalam penanganan kasus gizi buruk dan stunting,” ucap Lina (*)

Comments

comments