ITDC Salurkan Program Kemitraan bagi UMKM sebesar 4,73 Miliar

0
ITDC telah menyalurkan Program Kemitraan bagi UMKM sebesar Rp 4,73 miliar. Selain itu juga menggelar pelatihan penunjang industri pariwisata di Provinsi Bali dan NTB
Foto : ITDC telah menyalurkan Program Kemitraan bagi UMKM sebesar Rp 4,73 miliar. Selain itu juga menggelar pelatihan penunjang industri pariwisata di Provinsi Bali dan NTB (MetroNTB/Dok ITDC)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – ITDC telah menyalurkan Program Kemitraan bagi UMKM sebesar Rp 4,73 miliar. Selain itu juga menggelar pelatihan penunjang industri pariwisata di Provinsi Bali dan NTB.

VP Corporate Secretary ITDC Miranti N Rendranti mengatakan ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua yaitu Bali dan The Mandalika NTB berkomitmen akan selalu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, baik melalui kegiatan bisnis maupun program PKBL dan CSR yang dilaksanakan di wilayah operasinya.

“Kegiatan PKBL yang dilaksanakan selama setahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir ini berupa penyerahan dana program kemitraan, pelatihan serta kegiatan CSR terkait penanggulangan COVID-19 di desa-desa penyangga The Nusa Dua dan The Mandalika,” ujar Miranti melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Kamis 29 Oktober 2020.

Selama 365 hari ini, lanjutnya ITDC sebagai BUMN telah menyalurkan dana Program Kemitraan mencapai Rp 4,73 miliar bagi UMKM, mencakup sektor pertanian atau perkebunan, peternakan, dan kerajinan, yang tersebar di sejumlah wilayah di Bali dan NTB.

UMKM yang mendapat penyaluran dana program kemitraan tersebut antara lain, kelompok petani kopi Robusta Tugu Sari Pajahan, Desa Pajahan Tabanan Bali, Kelompok Petani Kopi Arabika, Desa Mabi Kintamani, Bangli Bali, Kelompok Kopi Kaki Rinjani dengan produk Kopi Robusta “Telapen” di Kec Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Kelompok Kerajinan Lampu Hias dan Bambu Purnama di Kec Praya, Kab Lombok Tengah, Kelompok Kerajinan Tenun Dharma Setya di Desa Sukarara, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah.

Selanjutnya, Kelompok Peternak Sapi Agro Sari Petang Badung di Desa Petang Badung Bali, Kelompok Petani Jeruk Siam dan Jeruk Katung di Kintamani Bangli, Kelompok Tenun songket Sidemen, Karangasem Bali, Tenun Aksara di Desa Gelgel, Klungkung Bali dan Tenun Songket PUTRI MAS Desa Pendem, Jembrana Bali. Tenun Songket Putri Mas di Desa Pendem, Kabupaten Jembrana Bali ini merupakan salah satu mitra binaan unggulan ITDC yang sukses mengembangkan usahanya

“Dengan bimbingan dari ITDC dan dana capacity building program PK ITDC, usaha kecil ini telah mampu berinovasi pada alat tenun songket sehingga dapat menciptakan kain songket tanpa sambungan dan mampu memasarkan produk tenunnya hingga ke luar negeri,” kata Miranti

Sebagai BUMN, ITDC berkomitmen selalu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja kami baik melalui program PKBL maupun CSR.

“Pemberdayaan UMKM melalui Program kemitraan ini merupakan salah satu wujud kontribusi kami dalam pengembangan ekonomi rakyat serta dukungan bagi UMKM yang merupakan sektor ekonomi penopang perekonomian nasional,” cetusnya

Miranti juga mengtakan, hal ini juga merupakan wujud nilai amanah dan loyal yang merupakan bagian akhlak yang menjadi core value BUMN sesuai yang telah ditetapkan. Selama setahun terakhir, ITDC juga telah melakukan pelatihan bagi masyarakat di Bali dan NTB, khususnya bagi masyarakat desa penyangga

“Pelatihan yang diberikan menitik beratkan pada peningkatan kapasitas SDM di bidang penunjang industri pariwisata sehingga masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah mereka masing-masing,” terangnya

Dikatakan, pelatihan tersebut antara lain Pelatihan Bahasa Mandarin bagi 30 orang anggota paguyuban pedagang The Nusa Dua agar mereka dapat berkomunikasi dengan wisatawan dari Cina

“Pelatihan Pembuatan Pie Jeruk dan Selai Jeruk kepada Mitra Binaan ITDC yang diikuti oleh 20 orang petani jeruk Desa Katung Kintamani Bangli, Pelatihan Akuntansi Sederhana UKM dan Aplikasi Berbasis Android yang diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari mitra UMKM Bazaar Mandalika, serta Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Pelatihan Tour Guide, Desa Pinge, Kabupaten Tabanan, Bali,” ungkap Miranti

Kemudian, pelatihan Kewirausahaan yang diikuti oleh 103 orang berasal dari masyarakat desa penyangga, pelatihan Budidaya Jamur serta Olahan bagi masyarakat desa penyangga The Mandalika yang diikuti oleh 48 orang peserta dengan hasil pelatihan berupa jamur mentah hasil budidaya, olahan jamur crispy dan sate jamur

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, ada pelatihan Tata Rias bagi masyarakat desa penyangga yang diikuti 27 orang peserta dengan hasil pelatihan peserta membuka salon sendiri dan menyediakan jasa make up, Pelatihan handicraft berbahan rajut dan cara pemasaran yang diikuti oleh 28 orang peserta yang berasal dari masyarakat desa penyangga.

“ITDC juga telah memberikan Pelatihan Semi Online Digital Marketing bagi UMKM di The Nusa Dua dan The Mandalika. Pelatihan semi online digital Marketing yang digelar di The Nusa Dua diikuti oleh 24 orang anggota paguyuban The Nusa Dua,” katanya

Ia berharap, Melalui pelatihan ini, peserta bisa belajar pengetahuan dasar penjualan melalui media online secara efektif dari rumah

Pelatihan ini ITDC bekerjasama dengan MarkPlus sebagai fasilitator pelatihan dan Ibu Alya Mirza dari CV. Brand Indonesia sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut

Sementara itu, pelatihan semi online Jualan Efektif dari Rumah di The Mandalika diikuti oleh 24 orang. Pelatihan di The Mandalika ini terselenggara bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Bisnis PPKP
sebagai fasilitator pelatihan dan Ir. Lindrawaty Angkawijaya, MM dan Raden Bagus Faizal Irany Sidharta, SE, MM dari Gojek Wilayah Bali -Nusa Tenggara sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.

Selain itu, ITDC yang bekerjasama dengan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) telah menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan (Ekonomi Kreatif) Perempuan di KEK Mandalika.

Pelatihan yang diberikan berupa keterampilan memasak dan pengemasan makanan khas Lombok untuk industri rumah tangga yang diikuti oleh 27 orang wanita yang berasal dari desa penyangga
The Mandalika.

“Pelaksanaan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami tidak hanya dilakukan oleh ITDC sendiri, namun juga dengan menggandeng stakeholder khususnya mitra kerja kami,” tandasnya

“Hal ini kami lakukan sebagai wujud penerapan nilai kolaboratif yang merupakan salah satu bagian core value BUMN. Kami optimistis melalui kegiatan yang bersifat kolaboratif akan memperluas cakupan layanan PKBL dan CSR kami sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program tersebut,” kata Miranti menambahkan (*)

Comments

comments