KTI Praya Tengah Minta Pemkab Tutup Pabrik Bata Ringan PT Lombok Mulya Jaya

0
Ketua KTI Praya Tengah, Jaelani
Foto : Ketua KTI Praya Tengah, Jaelani (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com- Kasus limbah pabrik bata ringan PT Lombok Mulya Jaya masih dikeluhkan warga sekitar pabrik di desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.

Pasalnya, limbah pabrik dan asap  ini dianggap sangat mengganggu dan mencemaskan bagi kesehatan masyarakat.

Menyikapi hal itu, Karang Taruna Indonesia (KTI) Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) meminta Pemerintah Kabupaten untuk menutup pabrik bata ringan pabrik PT Lombok Mulya Jaya.

Ketua KTI Praya Tengah, Jaelani mengatakan limbah yang meresahkan masyarakat warga setempat. Bahkan, informasinya pihak PT juga tidak pernah memperhatikan pekerjanya.

“Salah satu contohnya, surat kontrak untuk pekerja diduga belum ada hingga sekarang. Kemudian, BPJS tenaga belum diaktifkan dan masih banyak persoalan lainya,” katanya

Sebelum pihak PT menyelesaikan segala administrasi dan memenuhi tuntutan masyarakat, pihaknya dari pengurus KTI Kecamatan meminta agar pabrik ini tutup.

Menurut Jaelani, limbah pabrik ini memang sangat mencemaskan karena bisa saja mengangganggu kesehatan masyarakat setempat terlebih lagi asap pabrik yang tidak tercontrol

“Kami siap bersama warga dalam menuntut Pabrik bata ringan yg berlokasi di dusun Pekat desa Batunyala untuk segera ditutup,” katanya

Ditegaskan, pihaknya juga meminta supaya PT. Lombok Mulya Jaya ini segera ditutup

“Kami meminta supaya pabrik bata ringan ini segera ditutup sesuai permintaan dari masyarakat banyak,”

Pihaknya, dari pengurus Karang Taruna Kecamatan Praya tengah akan lakukan konsolidasi kepada semua karang taruna desa yang berjumlah 12 desa dan kelurahan di kecamatan Praya Tengah untuk melakukan aksi unjuk rasa apabila pihak pabrik tetap beroprasi dan tidak mengindahkan tuntutan masyarakat

“Kami akan turun aksi jika tuntutan kami tidak di respon oleh pihak PT,” ancamnya (Zan/Mn)

Comments

comments