Prodi Tata Hidang Poltekpar Lombok Berbagi Tips Pelayanan di Era Kenormalan Baru

0
Prodi Tata Hidang Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok berbagi tips pelayanan makanan dan minuman di era kenormalan baru bagi Pokdawir empat (4) Desa Wisata yaitu Desa Bonjeruk, Labulia, Sukarara dan Rembitan. Kegiatan berlangsung di Desa Wisata Bonjeruk, Sabtu 24 Oktober 2020.
Foto : Prodi Tata Hidang Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok berbagi tips pelayanan makanan dan minuman di era kenormalan baru bagi Pokdawir empat (4) Desa Wisata yaitu Desa Bonjeruk, Labulia, Sukarara dan Rembitan. Kegiatan berlangsung di Desa Wisata Bonjeruk, Sabtu 24 Oktober 2020 (MetroNTB/Man)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Prodi Tata Hidang Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok berbagi tips pelayanan makanan dan minuman di era kenormalan baru bagi Pokdawir empat (4) Desa Wisata yaitu Desa Bonjeruk, Labulia, Sukarara dan Rembitan. Kegiatan berlangsung di Desa Wisata Bonjeruk, Sabtu 24 Oktober 2020.

Ketua Prodi Tata Hidang Poltekpar Lombok Rahdah mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian Poltekpar kepada masyarakat.

“Output kegiatan ini adalah adanya buku pedoman pelayanan makanan dan minuman era kenormalan baru bagi mahasiswa dan desa wisata yang ada di NTB,” ungkapnya

Ia berharap, di era kenormalan baru ini, Desa Wisata bisa menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Kondisi pandemi COVID-19 telah merubah semua tatanan kehidupan masyarakat.

“Semoga desa wisata yang kita miliki mampu menerapkan protokol pelayanan makanan dan minuman di era kenormalan baru di tempat kita masing-masing. Semoga acara ini mampu memberikan manfaat kepada kita semua,” kata Rahdan

Kepala Desa Bunjerok Lalu Audia Rahman menyampaikan terimakasih kepada Poltekpar Lombok yang sudah menggagas acara seperti ini.

“Yang tentunya ini yang saya garis bawahi tadi adalah pengabdian kepada masyarakat. Ini luar biasa,” ungkapnya

Ia berharap, Poltekpar Lombok mendukung potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Bonjeruk. “Banyak sekali potensi-potensi yang kami miliki tetapi terkait pengolahan itu yang kami memang belum paham,” kata Audia

Sementara, Dr Hamsu Hanafi berharap pengabdian seperti bisa dilakukan secara berkesinambungan. “Kami berharap teman-teman empat desa wisata ini tetap menjadi binaan tidak hanya pada hari ini, tapi kita melakukan berkesinambungan,” tuturnya

Yang bagian seni kuliner, yang bagian dari housekeeping, bagian penataan kamar tidur, dan usaha perjalanan wisata.

Pihaknya bersama tim akan bergilir mengunjungi desa wisata. Kegiatan seperti ini tidak harus formal, tetapi  bisa kumpul bersama mendiskusikan apa yang harus ditingkatkan.

“Bonjeruk ini sudah berada di posisi berkembang. Jadi ini sudah dikenal, harus dipertahankan,” imbuh Hamsu

Ia mengatakan satu potensi yang dimiliki desa wisata, tidak dimiliki oleh desa wisata lainnya. Harusnya bersinergi, potensi-potensi yang dimiliki oleh yang lainnya itu merupakan potensi secara bersama-sama.

“Apa tujuannya agar bisa memperpanjang lama tinggalnya wisatawan.¬†Jadi kalau dia berkunjung ke misalnya ke Labualia tidak sempurna kalok belum ke Bunjeruk. Begitu juga sebaliknya. Empat desa wisata ini sebaiknya bersinergi,” pinta Hamsu

“Bersanding antara satu dengan yang lainnya. Kita punya potensi yang sama-sama kita miliki harus kita jual kepada tentunya wisatawan,” katanya menambahkan (*)

Comments

comments