DPMPTSP Gandeng LPPOM MUI NTB Berikan Pelatihan SJH kepada Pelaku UMKM/IKM

0
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan tim pelaksana sertifikasi halal LPPOM MUI perwakilan Provinsi NTB memberikan pelatihan dan pendampingan Sistem Jaminan Halal (SJA) kepala pelaku UMKM/IKM, Kamis 15 Oktober 2020
Foto : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan tim pelaksana sertifikasi halal LPPOM MUI perwakilan Provinsi NTB memberikan pelatihan dan pendampingan Sistem Jaminan Halal (SJA) kepala pelaku UMKM/IKM, Kamis 15 Oktober 2020 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan tim pelaksana sertifikasi halal LPPOM MUI perwakilan Provinsi NTB memberikan pelatihan dan pendampingan Sistem Jaminan Halal (SJA) kepala pelaku UMKM/IKM.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H Muhammad Rum mengungkapkan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian dan pembinaan kepada pelaku UMKM/IKM di tengah pandemi COVID-19.

“Jadi untuk mengatasi pendem ini, 82 UMKM di NTB dapat pembinaan ekonomi yang difasilitasi oleh DPMPTSP untuk melakukan pembinaan kepada UMKM/IKM yang ada di daerah,” ungkapnya, Kamis 15 Oktober 2020

Rum mengatakan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh pihaknya, ternyata banyak UMKM/IKM yang belum memiliki sertifikat halal.

“Hasil kajian kita, ternyata mereka belum memiliki sertifikasi halal. Oleh karena itu untuk memastikan mereka bisa memasarkan produk-produk mereka, berupa makanan dan minuman. Ini kan perlu sertifikasi halal dari LPPOM MUI, itu yang kita bina dan fasilitasi,” kata Rum

Ia berharap dengan adanya pelatihan diharapkan pelaku UMKM/IKM bisa mengembangkan usahanya.
“Harapannya untuk pelaku UMKM/IKM yang mendapat pelatihan, mudah-mudahan mereka bisa mengembangkan usahanya, mereka bisa istiqomah di bidang ini,” kata Rum

Jika mereka sudah punya sertifikat halal, lanjutnya mereka bisa survive menyambut event MotoGP.  Para investor tidak akan ragu lagi jika sudah mengantongi sertifikat halal.

“Mereka sudah punya sertifikat, mereka bisa survive sambut MotoGP.  Investor di NTB ini mereka tidak ragu-ragu lagi. Kita juga arahkan untuk menggunakan produk-produk UMKM lokal, di belilah oleh investor yang ada di NTB,” tuturnya

“Kami dengan LPPOM MUI ada kerjasama swakelola yang mana perencanaan dilaksanakan oleh kami selaku Dinas. pelaksanaannya oleh teman-teman LPPOM MUI,” tambah Rum

Sementara, Ketua LPPOM MUI NTB Hi Rauhun menegaskan LPPOM MUI NTB merupakan satu-satunya lembaga yang sudah terakreditasi untuk melakukan pendampingan kepala pelaku UMKM/IKM yang belum memiliki sertifikat halal.

“Jadi artinya sudah jelas kita yang mempunyai kedudukan di sini, kualitas kita sudah jelas. Jadi DPMPTSP di bawah pimpinan pak Rum sudah mendapat penjelasan. Beliau sudah paham alur proses. Semua sudah kita jelaskan,” katanya

“Jadi beranilah MoU dengan kita. Nah dengan adanya MoU dengan kita barulah merekrut peserta ini. Jumlah  seluruh NTB sebanyak 82 UKM. 53 di pulau Lombok sisanya di pulau Sumbawa,” lanjut Rauhun

Ia menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan hari ini dikhususkan untuk menjelaskan alur proses SJH. Harus yang bersangkutan agar bisa daftarkan diri. Karena ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat halal.

‘Nantikan yang 53 ini kita latih secara bersamaan di sini. Nanti kalau yang di pulau Sumbawa langsung didampingi oleh auditor yang turun langsung ke sana nanti,” terangnya

Jadi harapan-harapan kita seperti itu karena ini harus diharuskan pelatihan SJH ini harus di tahu oleh UMKM/IKM,” kata Rauhun menambahkan (*)

Comments

comments