Unizar-UNW Mataram Sepakat Bekerjasama

0
Dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mataram yakni Universitas Islam Al-Azhar dan Universitas Nahdatul Wathan Mataram sepakat menjalin terjalinnya kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berlangsung di Kampus Unizar, Selasa 13 Oktober 2020, di Mataram.
Foto : Dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mataram yakni Universitas Islam Al-Azhar dan Universitas Nahdatul Wathan Mataram sepakat menjalin terjalinnya kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berlangsung di Kampus Unizar, Selasa 13 Oktober 2020, di Mataram (MetroNTB/Humas)

Mataram, MetroNTB.com – Dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mataram yakni Universitas Islam Al-Azhar dan Universitas Nahdatul Wathan Mataram sepakat menjalin terjalinnya kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berlangsung di Kampus Unizar, Selasa 13 Oktober 2020, di Mataram.

Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr Ir Muh Ansyar menyambut baik kedatangan jajaran UNW Mataram yang ingin membangun kolaborasi memajukan lembaga pendidikan demi tercapainya tekad mencerdaskan generasi bangsa.

“Mudahan silaturahmi ini semakin mempererat kerjasama, kolaborasi untuk menghadapi tantangan kedepan,” ungkapnya.

Ansyar menuturkan tantangan lembaga pendidikan swasta kedepan. Perkembangan masyarakat sering menimbulkan perubahan dalam pola hubungan ekonomi, sosial dan budaya umat manusia itu sendiri.

“Tak jarang perubahan itu menimbulkan keguncangan sosial jika tidak dilakukan persiapan (pembinaan dini, red) dengan sebaik-baiknya,” katanya

Dikatannya, salah satu persiapan yang dapat dilakukan ialah membenahi jalur pendidikan dan membuatnya relevan sedemikian rupa sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan sanggup membaca tanda-tanda zaman.

Pendidikan di negeri ini pun diharapkan sanggup menjawab atau memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat menangkap isyarat zaman. Namun, masalah yang dihadapi lembaga pendidikan Islam untuk sampai ke sana tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak tantangan yang harus dihadapi serta segera dicarikan solusinya.

“Solusinya yakni, Perguruan Tinggi tidak boleh lagi mengedepankan kompetisi melainkan berkolaborasi, memecahkan masalah bersama,” tuturnya

Ansyar pun menceritakan sejarah berdirinya Unizar. Dimana, Unizar merupakan salah satu perguruan tinggi Islam swasta di Nusa Tenggara Barat yang di dirikan oleh H Abdurrahim, pada tahun 1979 namun, mulai beroperasi tahun 1981.

Unizar ini merupakan universitas yang terbaik di kawasan Turida dan sekitarnya dan menjadi universitas yang melahirkan para pemimpin dan pejuang yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Saat ini Unizar memiliki 5000 lebih mahasiswa dan memiliki program studi untuk kelas pagi maupun kelas sore yakni, program studi Teknik Sipil (S1), program Studi Teknik Kontruksi Jalan (D3), program studi Ekonomi Pembangunan (S1), program Studi Akuntansi (S1), program Studi Agribisnis (S1), program Studi Agroekoteknologi (S1), pogram Studi Hukum (S1), pogram studi Biologi (S1), program Studi Kedokteran (S1), program Profesi Dokter (dr). Semua program studi telah
ter-Akreditasi BAN-PT,” terangnya

Kampus Unizar juga, lanjutnya dilengkapi ruang Kuliah Ber-AC, Hotspot Area Free 24 jam, Perpustakaan, Gedung Teater, Masjid Kampus, Klinik, Laboratorium Komputer, Bahasa, Teknik, Kedokteran / Skill.

Selain itu, ada Laboratorium Pertanian/Kebun Percobaan, MIPA, Ruang Peradilan Semu, Parkir Basment, ATM Bersama (BRI. Mandiri), lapangan Basket & Voly, Kantin Kampus, Koperasi/Fotocopy, Galeri Investasi BEI, Lab Bisnis, Pusat Study Kajian Islam dan Pusat Karir.

“Semoga kolaborasi ini menghasilkan generasi yang berkualitas,” harapnya.

Mendengar hal itu, Rektor UNW Mataram, Dr H Lalu Abd Muhyi Abidin, memaparkan bahwa kedatangannya ingin berkolaborasi dengan Unizar, bagaimana mencerdaskan generasi bangsa secara bersama-sama sehingga, membawa Dekan Administrasi, Dekan Sastra, Dekan FKIP, dan Dekan Fakultas Kesehatan.

“Jujur, saya baru menjabat Rektor. Tapi, kalau mendengar kata Unizar, tidak asing, bisa dibilang, jauh di mata namun dekat di telinga. Saya jarang sebut Unizar melainkan Al-Azhar,” cetusnya.

Muhyi itu berseloroh mengenai UNW Mataram, kalaupun berada di tengah kota, kurang dikenal oleh masyarakat. Namun, UNW Mataram ibarat sumur yang akan mengeluarkan air cukup besar.

“Sejarah berdirinya tidak jauh beda dengan Unizar, ibarat Adek dan Kakak, yakni tahun 1979 dan beroperasi tahun 1982, yang saat ini memiliki sembilan (9) Fakultas dan 22 Prodi, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 3500 orang,” tuturnya.

Muhyi kembali mengulas soal kompetisi tidak lagi dibanggakan oleh universitas melainkan bagaimana berkolaborasi.

“Saat ini kita dituntut tingkatkan kualitas, hal ini bisa dilakukan jika berkolaborasi dengan universitas lain,” imbuhnya

Untuk diketahui, adapun ruang lingkup kesepakatan antara Universitas Islam Al-Azhar dengan UNW Mataram yakni, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kemudian, pendampingan kelembagaan, pertukaran Sumber Daya Manusia, publikasi bersama, seminar, workshop dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. (*)

Comments

comments