SALAM Nilai Pantai Batas Senja Bisa Jadi Role Model Wisata Bebas COVID-19

0
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan atau SALAM menilai pantai Batas Senja bisa menjadi contoh permodelan (role model) bagi destinasi wisata bebas COVID-19.
Foto : Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan atau SALAM menilai pantai Batas Senja bisa menjadi contoh permodelan (role model) bagi destinasi wisata bebas COVID-19 (MetroNTB/Tim)

Mataram, MetroNTB.com – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan atau SALAM menilai pantai Batas Senja bisa menjadi contoh permodelan (role model) bagi destinasi wisata bebas COVID-19.

“Pengunjung yang datang wajib menerapkan protokol kesehatan yaitu cuci tangan, jaga jarak, dan selalu mengenakan masker,” ujar Selly saat melaunching Pantai Batas Senja Standart COVID-19 di Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Sabtu 19 September 2020.

Intinya bagaimana pandemi tidak mematikan sektor produktif wisata pantai sekaligus jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan.

“Di masa adaptasi new normal ini yang terpenting adalah bagaimana warga melakukan penyesuaian agar tetap bisa beraktivitas,” kata Selly

Sementara, Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan menerangkan selain mengkampanyekan protokol kesehatan, kegiatan Selly-Manan di Pantai Batas Senja dalam rangka memberikan motivasi dan support bagi pelaku wisata agar terus semangat dan bertahan melewati masa sulit ini.

“Semua merasakan dampak pandemi ini, bukan hanya Mataram, Indonesia, bahkan seluruh dunia terkena dampak. Tetapi semangat jangan sampai pudar, kita semua harus bisa beradaptasi dengan tantangan saat ini, tentu saja dengan inovasi dan kreativitas menangkap peluang,” jelasnya.

Selain itu, SALAM mendorong masyarakat untuk mencintai lingkungan. Ke depan model pariwisata berkelanjutan adalah model pariwisata yang akan mampu bersaing. Pantai ini tertata apik dan pengunjunganya mentaati protokol kesehatan, serta menjaga kebersihan.

“Ini bisa menjadi destinasi alternatif, masyarakat yang jenuh di rumah bisa berekreasi dan berwisata kemari,” Dengan begitu, giat ini diharapkan menimbulkan multi player effect dan optimisme sektor pariwisata Kota Mataram, di saat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara anjlok dan sepi dari berbagai event wisata,” kata Abdul Manan menambahkan (*)

Comments

comments