Potensi Garam di NTB Mulai Dilirik Investor

0
Foto : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H Yusron Hadi (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H Yusron Hadi menungkapkam potensi garam di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dilirik investor.

“Saya menyambut baik rencana investor tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi MetroNTB.com, Senin malam 14 September 2020.

Dikatakan, besarnya potensi lahan garam yang di miliki NTB sangat memungkinkan dikelola lebih profesional dalam skala industrialisasi.

“Industrialisasi garam ini tentu juga membuka kesempatan peningkatan kualitas garam kita untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional yang saat ini masih kurang,” kata Yusron

Seperti diketahui, NTB memiliki potensi lahan pertanian garam seluas 9.789 hektar yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Total lahan pertanian garam yang baru termanfaatkan seluas 2.403,91 hektar dengan produksi tahun 2019 sebanyak 155.722 ton,” tuturnya

Potensial penghasil garam itu berada di enam (6) Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Barat memiliki areal potensial seluas 354,19 Hektar, Lombok Tengah seluas 369,40 Hektar, Lombok Timur seluas 1.383,13 Hektar, Sumbawa seluas 3.550 Hektar, Kota Bima 60,62 Hektar dan Kabupaten Bima seluas 4.068 Hektar.

“Dari total produksi tahun 2019 sebesar 155 ribu ton lebih, baru termanfaatkan sebesar 46,581 ton untuk konsumsi rumah tangga sebanyak 19,6%, industri non pangan 27,3% dan industri pangan sebanyak 53,1%,” terang Yusron

Dengan demikian, masih ada stock yang potensial dimanfaatkan sebanyak 109 ribu ton lebih. Namun peluang stock tersebut belum diimbangi oleh kualitas garam yang dihasilkan para petani yang rata-rata masih dalam kualitas dua bahkan ada yang masih kualitas tiga.

“Masih rendahnya kualitas ini lah salah satu yang memicu masih rendahnya permintaan sekaligus akan berdampak pada rendahnya harga produk garam dan selanjutnya memicu inefisiensi dalam proses produksi garam,” kata Yusron menambahkan (*)

Comments

comments