Gubernur NTB Dorong IKM/UMKM Manfaatan Media Digital

0
97
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah ketika menjadi pembicara pada Webinar UMKM Siap Digital bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 9 Juli 2020.
Foto : Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah ketika menjadi pembicara pada Webinar UMKM Siap Digital bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 9 Juli 2020 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Pandemi Covid-19 telah memberikan begitu banyak pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Termasuk dalam hal pemasaran produk-produk hingga transaksi jual beli antara produsen dan konsumen. Banyak pelaku usaha yang terhambat bahkan tidak mampu memasarkan produknya selama masa pandemi berlangsung.

“Kita dorong IKM/UMKM memanfaatkan media digital kemudian menjadi pilihan,” ungkap Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah ketika menjadi pembicara pada Webinar UMKM Siap Digital bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 9 Juli 2020.

Webinar yang mengusung tema “Transformasi Digital UMKM” menghadirkan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koperasi dan UKM serta CEO DANA Indonesia sebagai pembicara.

Zulkieflimansyah mengatakan pandemi Covid-19 di NTB juga telah memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UKM/IKM. Selama masa pandemi, Pemerintah Provinsi NTB terus berusaha agar UKM/IKM mampu bertahan di tengah kesulitan yang dihadapi.

“Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, itulah salah satu solusi yang dihadirkan Pemprov NTB dalam upaya membantu UKM/IKM untuk mampu terus melakukan aktifitasnya,” katanya

Ia mengungkapkan bahwa JPS Gemilang merupakan salah satu cara dalam memulihkan perekonomian di NTB. Melalui JPS Gemilang, UKM/IKM tetap mampu menghasilkan produk yang dapat didistribusikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Jadi jangan sampai kita mengatakan stay at home, kemudian karantina mandiri dan lain sebagainya, tapi masyarakat tidak diberikan kesibukan,” tandasnya

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta para pelaku UKM/IKM mempersiapkan diri dalam menghadapi New Normal.

“Saya mengajak UKM/IKM yang ada di NTB agar berani menggunakan media digital dalam memasarkan produk,” imbuhnya

Teten menilai, saat ini merupakan momentum untuk UMKM berani memanfaatkan media digital tersebut.

“Kami memperoleh gambaran dari beberapa pelaku e-Commerce, bahwa UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi adalah UMKM yang melakukan refocusing produk, inovasi produk dalam kegiatan usahanya, termasuk UMKM yang memanfaatkan momentum saat ini untuk masuk ke dunia digital,” terangnya.

Adapun arahan Presiden yang disebutnya untuk tahun 2020 ini menargetkan total sepuluh juta UMKM untuk masuk atau terhubung ke ekosistem digital. Terhitung sejak 14 Mei 2020, Gerakan Bangga Buatan Indonesia, telah mencapai penambahan 789 ribu unit UMKM yang masuk ke ekosistem digital.

“Saya yakin di akhir tahun target yang ditentukan akan mampu tercapai,” tandasnya

Teten menjelaskan bahwa ada dua hal dalam digitalisasi UMKM, pertama memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global. Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien.

“Selain itu, digitalisasi juga akan memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas akses dari pembiayaan,” tuturnya

Teten juga turut menyoroti bahwa pasca pandemi Covid-19 akan ada tuntutan mengenai kualitas standarisasi produk, aspek kesehatan akan menjadi pertimbangan utama konsumen, terutama untuk produk makanan dan minuman.

“Sehingga proses produksinya harus betul-betul higenis, produknya harus terbebas dari virus, karena itu mulai dari bagaimana di produksi hingga packaging harus menjamin aspek-aspek itu,” sambungnya.

Sementara untuk fokus kedepan adalah melakukan pemberdayaan, pembinaan untuk UMKM yang memiliki produk yang potensial untuk ekspor. Berdasarkan arahan Presiden, ekspor UMKM harus mampu naik dua kali lipat, yang saat ini baru pada angka 14%.

“Diperlukan kolaborasi semua pihak baik kementerian dan lembaga, dunia usaha, akademisi agar seluruh inisiasi dalam memastikan seluruh produk UMKM menguasai pasar nasional dan global,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan  jika salah satu permasalahan utama UKM/IKM di NTB yakni rendahnya pemanfaatan internet.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hingga tahun 2018 hanya terdapat 3,56% pelaku UMKM yang memanfaatkan internet untuk menunjang aktifitas usahanya.

Sedangkan untuk dampak Covid-19 bagi UMKM, ada pada penurunan permintaan serta kendala pemasaran. Sektor industri makanan dan industri kreatif menjadi yang paling terdampak Covid-19.

Pandemi Covid-19 juga disebutnya telah mengubah perilaku konsumen dan pelaku usaha dalam penggunaan media digital, khususnya platform jual beli yang akan bertahan melampaui pandemi.

“Dalam kondisi kita seperti sekarang, global mengalami masalah ekonomi ini, tapi kita bersyukur penanganan Covid-19 saya kira juga cukup bagus, walaupun disana sini masih ada masalah, tapi day-to-day saya kira trendnya semakin baik,” ujarnya.

Luhut kemudian memaparkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI). Salah satu tujuan utama BBI antara lain, mempercepat perputaran siklus ekonomi lokal, memperbaiki daya beli masyarakat, mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi serta menumbuhkan rasa bangga pada produk lokal.

Tak ketinggalan, CEO Dana Indonesia, Vince Iswara mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital dalam menjual berbagai produknya. Ia menyebut saat ini anak-anak muda cenderung memilih mencari produk secara online sebelum melakukan pembelian produk.

“Kita harapkan bisa mengajak teman-teman disini untuk Go Digital, karena benefitnya sangat banyak dan semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan secara gratis,” ajaknya.

Turut mendampingi Gubernur pada Webinar kali ini, Asisten II, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Direktur Utama Bank NTB Syariah (Hms/*)

Comments

comments