Tolak Laporan Anak Durhaka, Peradi Loteng : Patut Jadi Contoh Penegak Hukum di NTB

0
195
Sekretaris PERADI Lombok Tengah, Apriadi Abdi Negara
Foto : Sekretaris PERADI Lombok Tengah, Apriadi Abdi Negara (MetroNTB/Dok Pribadi)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Lombok Tengah menilai Kasat Reserse Kriminal Umum sikap (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartoyo, SIK., MH menolak laporan anak durhaka patut menjadi contoh bagi penegakan hukum di NTB

“Ini patut menjadi contoh bagi penegak hukum di NTB bahkan Indonesia,” ujar Sekretaris PERADI Lombok Tengah, Apriadi Abdi Negara, Minggu 28 Juni 2020.

“Selaku Pemuda Loteng bersyukur memiliki Kasatreskrim di wilayah hukum Polres Loteng seperti beliau,” kata Abdi

Menurutnya, keputusan dan kebijaksanaan yang di ambil Kasatreskrim Polres Loteng menunjukkan bahwa hukum tidak hanya dimanifestasikan sebagai sebuah aturan yang rigid dalam bentuk undang-undang semata.

Hukum tidak lahir dari ruang yang hampa, hukum tidak bisa menafikan kehadiran ilmu non-hukum, seperti ilmu sosial, politik, agama dan lainnya.

“Tanpa bantuan ilmu non-hukum, praktik berhukum kita
hanya akan melahirkan kesengsaraan,” tutur Abdi

Dikatannya, melihat kasus anak yang ingin memenjarakan ibu kandungnya sangatlah irasional dalam pemikiran orang yang berakal sehat. “Kita tahu dalam agama apapun ibu kandung kita merupakan panglima dunia maupun panglima akhirat bagi kita. Kalau di Lombok Ibu kandung sering kita sebut pangeran,” katanya

Ia menambahkan sikap tegas ini memberikan contoh bagi penegakan hukum di NTB, umumnya di Indonesia agar lebih memperhatikan proses pencarian keadilan yang sebenar-benarnya (substansial justice), bukan sekedar proses mencocokkan atau menyesuaikan kebenaran prilaku dengan rumusan teks undang-undang semata.

“Keadilan tidak selalu dapat ditemukan di dalam undang-undang, oleh karenanya dibutuhkan cara dan keberanian aparat penegak hukum untuk tidak terkekang kebenaran legalitas-formal, dengan selalu
mendengarkan dan menggunakan hati nurani dalam berhukum,” kata Abdi menambahkan (De/Mn)

Comments

comments