Gubernur Sebut Wisata Medis Jadi Icon Baru Pariwisata NTB

0
69
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah
Foto : Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com –  Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menyebutkan wisata medis atau medical tourism yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi NTB akan menjadi branding baru bagi pariwisata di daerah itu.

“Selain sebagai destinasi wisata halal, Lombok dan NTB juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata medis,” kata Zulkieflimansyah beberapa waktu lalu.

Zulkieflimansyah mengatakan keindahan alam NTB yang memikat ditambah keramahtamahan masyarakatnya dengan didukung jasa pelayanan medis yang hangat dan menyenangkan serta senyum para petugasnya, dapat memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada pasien sehingga dapat mendorong optimisme untuk segera sembuh.

“Dengan eksotisme alam di NTB, akan menghadirkan rasa bahagia dan kenyamanan bagi pasien. Harapan hidup dan sembuh itu lahir karena adanya kenyamanan,” ujarnya.

Bang Zul sapaan akrabnya menjelaskan, di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan sekarang ini, hampir tidak ada sesuatu yang tidak bisa direkayasa. Termasuk tidak ada penyakit yang tidak dapat dicarikan obatnya atau disembuhkan.

“Hanya kematian saja yang tidak dapat kita cegah,” tegas Zulkieflimansyah.

Gubernur menilai, NTB memang sudah selayaknya menjalankan wisata medis. Selain karena alamnya yang indah, juga kesiapan pelayanan medis di hampir semua rumah sakit di NTB sudah sangat mendukung sehingga akan semakin memberikan optimisme kepada para pasien yang hendak datang berobat.

Diketahui untuk menuju pariwisata medis, Pemprov NTB telah menggandeng sejumlah rumah sakit di Kota Mataram sebagai upaya menjadikan NTB sebagai pusat destinasi wisata medis atau medical tourism. Diantaranya, Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUD) Provinsi NTB.

Sebagai rumah sakit terbesar milik masyarakat NTB, RSUD Provinsi NTB menawarkan produk unggulannya berupa pengobatan radioterapi. Layanan radioterapi itu didukung peralatan canggih dengan kapasitas layanan bisa mencapai 80 pasien sehari. Bahkan CT Scan Simulator milik RSUD NTB tersebut merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. Selain itu, pesawat sinar radioterapinya pun merupakan pesawat versi yang paling baru.

Tidak itu saja, rumah sakit lainnya di Lombok tidak mau kalah, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah ikut mengambil peran dalam acara peluncuran tersebut dengan membuka stand dan memamerkan produk unggulan mereka

ikri, menjelaskan medical tourism ini merupakan langkah awal bagi pariwisata NTB semakin maju. Dalam mendukung wisata medis ini, pihaknya  bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), dan berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta di Mataram.

“Diharapkan dapat menjadikan pariwisata di NTB semakin kuat,” ujarnya.

Untuk mendukung itu, promosi akan gencar dilakukan di berbagai belahan dunia di bantu oleh stake holder terkait. Terlebih keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional dan tahun 2021 nanti balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP akan digelar di Lombok, NTB.

“Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mewujudkan NTB Gemilang,” katanya.

Ia menjelaskan, tak hanya produk medisnya saja yang ditawarkan, produk wisata juga sudah dipersiapkan. Salah satunya, para guide medis yang bertugas mendampingi para pasien medical tourism tersebut.

Setelah menyandang predikat World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination. Kini NTB memulai langkah pertamanya mengembangkan medical tourism atau wisata medis. Peluncuran NTB sebagai medical tourism ini sudah dilaksanakan Desember 2019. (red)

Comments

comments