Polsek Kopang Evakuasi Orok Bayi Berkelamin Perempuan

0
71
Kepolisian Sektor Kopang Polres Lombok Tengah melakukan evakuasi terhadap orok bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Dusun Lanji Desa Darmaji Kecamatan Kopang yang sudah tidak bernyawa, Minggu 21 Juni 2020
Foto : Kepolisian Sektor Kopang Polres Lombok Tengah melakukan evakuasi terhadap orok bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Dusun Lanji Desa Darmaji Kecamatan Kopang yang sudah tidak bernyawa, Minggu 21 Juni 2020 (MetroNTB/Hms)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Kepolisian Sektor Kopang Polres Lombok Tengah melakukan evakuasi terhadap orok bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Dusun Lanji Desa Darmaji Kecamatan Kopang yang sudah tidak bernyawa, Minggu 21 Juni 2020

Bayi malang tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dibungkus plastik warna hitam tergelak di sebuah sumur umum dilokasi.

Kapolsek Kopang AKP Putu Waicaka MT mengatakan begitu ada laporan pihaknya langsung turun melakukan rangkaian penyelidikan.

“Benar tadi kami mendapat informasi ada bayi dibuang, personel langsung turun kelokasi melakukan olah TKP,” ujarnya

Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua dari bayi malang tersebut, sejumlah saksi sudah diperiksa atau dimintai keterangan dan juga memasang garis polisi dilokasi.

“Mayat bayi kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan Autopsi,” kata Putu

Menurut keterangan salah seorang warga bernama Agus (14) tahun yang pertama kali menemukan bayi tersebut bersama temannya Muhali sekitar pukul 05.30 wita, kemudian mereka berdua memberitahu Baiq Sri Ekayanti.

Setelah memastikan bahwa isi plastik tersebut adalah seorang bayi maka ketiga saksi langsung melaporkan peristiwa ke Bhabinkamtibmas Desa Darmaji.

Sedangkan dari keterangan dokter Puskesmas Kopang menjelaskan bahwa bayi tersebut diperkirakan lahir sekitar 6 jam lalu dan berumur sekitar 6-7 bulan.

“Kita lihat dari kondisi bayi masih berlumuran darah, kemudian tali pusar kayaknya ditarik bukan digunting,” terangnya (*)

Comments

comments