TGH Ibnu Halil Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Suradadi Lombok Timur

0
177
Anggota DPD RI Dapil NTB, TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Foto : Anggota DPD RI Dapil NTB, TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara (MetroNTB/Tim)

Lombok Timur, MetroNTB.com – Anggota DPD RI Dapil NTB, TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda
dari desa Terara, desa Santong, desa Selagik yang berlangsung di dusun Midang Desa Suradadi Lombok Timur NTB dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker dan social distancing, Sabtu 20 Juni 2020

Mewakili Pemerintah Desa Ramdan dalam sambutannya mengungkapkan mengapresiasi kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini.

“Atas nama Pemdes kami mengapresiasi acara sosialisasi ini, yang sudah lama kami nantikan sebagai bekal masyarakat kami dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Terutama pemuda sebagai elemen penting dalam menumbuh kembangkan semangat berbangsa dan bernegara kepada masyarakat,” ungkapnya

Kegiatan sosialisasi kerjasama pemerintah desa dengan anggota DPD-RI Dapil NTB dengan tujuan agar masyarakat mampu mengamalkan dan menjaga empat pilar kebangsaan serta meneruskannya kepada masyarakat sekitar.

“Kami sampaikan terimakasih kepada TGH Ibnu Halil DPD RI Dapil NTB kita atas kesediaannya dalam memberikan materi empat pilar kebangsaan ini, dan memilih tempat kami. Sebelumnya tidak pernah ada kegiatan seperti ini. Semoga ini awal yang baik,” harap Ramdan.

Anggota DPDRI Dapil NTB TGH Ibnu Halil mengungkapkan bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan amanat pasal 5 huruf a dan huruf b, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ditugasi untuk memasyarakatkan jetetapan MPR, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

Anggota DPD RI Dapil NTB, TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Foto : Anggota DPD RI Dapil NTB, TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945, sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara (MetroNTB/Tim)

“Selaku Anggota DPD RI yang juga bagian dari MPR RI, maka saya berkewajiban dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Dan Bhineka Tunggal Ika,” terangnya

“Tugas kami DPD RI sebagai legislasi, budgeting (penganggaran), supervisi (pengawasan), maka saya turun ke masyarakat untuk mendengar segala aspirasi yang di usulkan masyarakat. Dan akan terus kawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” tegas Ibnu Halil

Ia juga menjelaskan tentang sejarah Pancasila serta Undang-Undang Dasar. “Memahami Pancasila tidak hanya sekedar sila-silanya saja, tapi juga sejarahnya yang diamanahkan oleh pendiri bangsa terdahulu begitu juga dengan NKRI yang wajib kita jaga dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan berbangsa dan bernegara yang terus diamalkan,” tegasnya

Sementara akademi UIN Mataram Dr H. Nazar Na’amy, M.Si mengatakan Pancasila adalah hasil karya pendiri bangsa yang tidak perlu diperdebatkan lagi karena tidak ada satupun sila yang bertentangan dan sudah sesuai dengan ajaran Islam.

Menurutnya, tantangan implementasi empat pilar kebangsaan saat ini digencar dari berbagai sisi oleh oknum-oknum yang ingin merusak keutuhan bangsa dan negara yang harus selalu diwaspadai oleh masyarakat.

“Masyarakat jangan sampai terprovokasi atau terpancing dengan isu-isu atau informasi yang dapat memecah belah kesatuan bangsa dan negara. Jangan percaya akan hal itu. Berhati-hati di dalam menggunakan media sosial yang dapat mempengaruhi kita dalam mengamalkan empat pilar kebangsaan,” tegasnya

Berbicara tantangan bangsa dan saat ini. Salah satu upaya dalam menjaga empat pilar kebangsaan ini adalah menjauhi dan menjaga diri dan keluarga dari faham-faham radikal yang marak saat ini.

“Terutama mengawasi setiap pergerakan faham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Nazar menambahkan

Acara dilanjutkan dengan diskusi mendengarkan aspirasi, harapan dan masukan masyarakat terkait polemik bangsa dan negara saat ini, dan mencari solusi dalam memutus mata rantai pandemi covid-19 (*)

Comments

comments