Sosok SALAM Menuju Mataram Cemerlang dalam Catatan Tokoh NTB (Bagian 1)

0
343
Bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Mataram Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan (SALAM), dengan mengusung slogan “MATARAM CEMERLANG”
Foto : Bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Mataram Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan (SALAM), dengan mengusung slogan “MATARAM CEMERLANG” (MetroNTB/Tim)

TGH Fikri : Selly-Manan adalah Persentase Pluralitas Kota Mataram

Mataram, MetroNTB.com – Di tengah mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menjadi pandemi nasional, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah ditetapkan akan digelar pada 9 Desember mendatang, tak terkecuali Pilkada Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu pasangan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Mataram, yang telah fix serta memastikan diri maju adalah pasangan Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan (SALAM), dengan mengusung slogan “MATARAM CEMERLANG”.

Dalam catatan Pengasuh Pesantren Tarbiyatul Quro’ TGH. Izul Fikri Amin, pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota SALAM telah memenuhi unsur untuk memimpin Kota Mataram. Dimana pasangan tersebut menggambarkan keberagaman Kota Mataram sebagai Ibukota Provinsi NTB.

“Kita biasa memanggil beliau dengan Bunda Selly. Bunda Selly itu telah lama berkiprah di dunia birokrasi, lebih-lebih pernah sebagai penjabat Walikota Mataram. Jadi, beliau banyak tahu bagaimana menata dan memanaj Mataram yang menjadi Ibukota NTB, yang mana sebagai ibukota provinsi Kota Mataram sangat-sangat plural. Artinya, pasangan Selly-Manan merupakan persentase pluralitas Kota Mataram,” ungkap putra bungsu TGH. Aminullah Hamid Al-Makki (Almarhum) itu, Sabtu (22/6) malam.

Menurut TGH. Fikri (sapaan akrabnya, red), melihat kiprah dan pengabdian duet SALAM yang akan maju dalam Pilkada Kota Mataram, dipandang layak, patut, dan pantas untuk memimpin Kota Mataram yang Indah, Religius dan Berbudaya.

Ia mencontohkan, Hj. Putu Selly Andayani yang memiliki nama muslimah Tanzilul Khodijah Amiroh adalah birokrat ulung, yang telah banyak mengabdikan diri seperti menjabat Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Kepala Bidang di Bappeda dan Dispenda NTB, hingga menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB.

“Malah tahun 2020 ini beliau diambil menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Infrastruktur, kemudian sekarang diposisikan sebagai Kadis P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, red). Jadi, bisa kita katakana bahwa beliau Bunda Selly telah banyak makan garam birokrasi, sehingga kalau beliau jadi walikota kan semua bidang pemerintahan sudah akan dapat ditata dengan baik,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, merupakan suatu kewajaran kalau Hj. Selly Andayani mengatakan ‘tak perlu susah payah menjelaskan siapa diri kita, cukup fokus untuk melakukan yang terbaik’. Ungkapan itu menurutnya layak karena dari beberapa sisi Hj. Putu Selly telah mapan.

“Intinya, Bunda Selly saya pandang cocok dan harus memimpin Kota Mataram, bahkan Bunda Selly pernah berkata pada saya, disisa umur saya, ijinkan saya untuk mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Mataram,” ucapnya menirukan.

Sementara itu, berbicara tentang TGH. Abdul Manan, Lc. yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram, pengasuh pesantren al-Qur’an di Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan Kota Mataram itu menyampaikan, dengan pengalaman dan jenjang pendidikan yang dilalui pria kelahiran 22 Februari 1981 itu, akan dapat menjadi mitra kerja yang sepadan, senada, dan seirama dengan Hj. Selly.

“Tuan Guru Manan itu adalah Ketua MUI Kota Mataram, yang memiliki background pendidikan pesantren, bahkan beliau alumnus Jurusan al-Qur’an yang ia tempuh di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Kalau dalam bahasa agama, beliau kufu (sepadan, red) lah kalau berdampingan dengan Bunda Selly memimpin Kota Mataram,” ujarnya.

Dikatakan, selain jenjang pendidikan TGH. Abdul Manan ditempuh di pesantren seperti pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mutaalimin Karang Genteng, pendidikan menengah di MTs. dan MA Dakwah Islam Putra Pondok Pesantren (Ponpes), dan pendidikan tinggi di Ma’had ‘Aly al-Fiqh wa Dakwah Ponpes Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat.

“Masya Allah, selain menempuh jenjang pendidikan di Akademi Bahasa Arab Universitas Islam Muhammad bin Al-Sa’ud  Jakarta, tak tanggung-tanggung beliau juga menempuh pendidikan di Timur Tengah, yakni jenjang Diploma di Akademi Bahasa Universitas Islam Madinah dan gelar Lc (Licence atau Licentiate, red) beliau raih di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi,” tutur TGH. Fikri.

Karena itu, lanjut pria yang di era tahun 90-an pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, yang saat ini dipimpin KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy itu, pasangan SALAM akan mampu membawa perubahan Kota Mataram menuju ‘Mataram Baru yang Cemerlang’. (*)

Comments

comments