Penyebab Dan Resolusi Konflik Bagi Tanah Papua

0
281
Penulis : Anggota PMKRI Mataram Paskalis waceka
Foto : Penulis : Anggota PMKRI Mataram Paskalis Waceka (MetroNTB/Ist)

Opini, MetroNTB.com – Akar konflik yang paling utama di papua adalah  sengketa sejarah dan status politik bangsa papua. Konflik papua mulai di papua ketika papua resmi bergabung denngan Indonesia. Proses integrasi tersebut dilaksanakan secara sepihak tanpa melibatkan elit papua saat itu melalui penandatanganan kesepakatan politik antara Republik Indonesia dan pemerintah belanda yang difasilitasi oleh Amerika serikat dalam forum majelis umum perserikatan bangsa- bangsa pada 1 desember 1963.

Semenjak terintegrasi dengan Indonesia, pergolakan dan konflik di papua tidak surut bahkan melahirkan pemberontakan fisik persenjataan melalui oraganisasi papua merdeka (OPM). Hal ini menyebabkan adanya perbedaan persepsi mengenai landasan historis penyatuan papua dengan Indonesia sehingga gerakan separatis atau kita di papua bilang gerakan nasionalisme bersenjata bermunculan. Sudah lebih 50 ke atas gerakan organisasi papua merdeka memberontak sehingga yang kemudian indikasi pelanggaran hak asasi manusia.

Gerakan organisasi papua merdeka telah secara langsung memberikan pemahaman kepada generasi-generasi yang lahir di papua bahwa kita harus lawan dan lawan sistem kolonialisme karena sejarah dan status politik bangsa kita telah aneksasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan di papua, pihak-pihak itu adalah Indonesia dan amaerika seerikat.

Sehingga dengan pemaham ini generasi papua yang laihr secara langsung dan tidak langsung melibatkan serta mengikutsertkan dalam gerakan perjuangan kemerdekaan papua. Gerakan gerakan nasionalisme papua telah berhasil menasionalismekan anak-anak muda papua dan serta masyarakat papua untuk berjuang merebut kemerdekaan yang merupakan ketidakadilan kekeberan Indonesia dan amerika serikat.

Berdasarkan certia-cerita orang-orang papua yang merupakan saksi sejarah integrasi papua kedalam naungan republic Indonesia. Mereka inilah yang memberikan penjelasan dan pemahaman kepada generasi yang lahiar bahwa dulu pernah papua merdeka namun di aneksasi oleh oknum- oknum yang punya kepentingan. Sehingga hari ini kita masih hidup dalam negara Indonesia. Dan penjelasan dan cerita-cerita dari saksi rejarah ini kepada generasi muda telah bersikap untuk berjuang yang kemudian muncul gerakan papuanisasi dan nasionalisme papua.

Dalam hal ini menurut Benny Giay bahwa papuanisasi pada hakikatnya adalah suatu ide, hasrat, siasat dan upaya sadar untuk mengembalikan kedaulatan atau kemerdekaan secara politik, ekonomi, social dan budaya serta agama kepada orang-orang papua itu sendiri sebagai subjek. Sedangkan papuanisasi merupakan ide dan siasat orang papua untuk berkiprah membangun pemahaman dan dunia baru atau papua baru.

Papuanisasi juga merupakan program konret dari masyarakat papua karena sejarah bangsa papua. Namun ini juga selalu  menghambat ditengah karena adanya indonesianisasi atau kepentingan lain.

Papuanisasi dan nasionalisme papua telah berkembang karena sudah ada pelembangan nasionalisme orang papua. Pelembangan nasionalisme kemerdekaan papua baik yang ada di dalam negeri maupun diluar negeri.

Gerakan-gerakan  perjuangan kemerdekaan papua telah berhasil meminta dukungan kepada negara-negara di dunia untuk mendukung dan membantu perjuangan kemerdekan rakyat papua.

Perjuangan kemerdekaan dan nasionalisme  bangsa papua hari ini semakin menigkat sehingga bersuara untuk merdeka dan minta keadilan serta kebenaran dari orang papua semakin meningkat hampir semua orang papua. Dan perjuangan kemerdekaan dan nasionalisme orang papua yang semakin meningkat dalam hal perjuagna status politik papua, sengketa sejarah, social, ekonomi dan budaya.

Akar konflik papua sesunggguhnya adalah status poliitk papua atau sengketa sejarah papua yang hari ini orang papua masih berjuang  dalam perjaungannya merebut kembali kedualatan dan kemerdekaan papua barat. Akar konflik sejarah dan status politik papua barat dimana Indonesia gagalkan dengan berbagai stragegi dan upaya diplomatik dengan negara-negara besar di dunia dan berhasil dimanipulasi dan aneksasi bangsa papua kedalam NKRI.

Ketika bangsa papua berhasil di aneksasi dan integrasikan  ke dalam negara kesatuan republic Indonesia. Maka mulai negara Indonesia menduduki pulau papau dengan melakukan trasmigrasi. Yang ketiga, mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. dan tujuan dari trikora adalah untuk mengembalikan wilayah irian Barat ke Indonesia.

Saya akan coba menuliskan beberapa akar konflik yang merupakan dari riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yaitu sebagai berikut:

Sengketa sejarah papua dan status politik papua, kekerasan negara dan pelanggaran hak asasi manusia, kegagalan pembangunan, diskriminasi dan marginalisasi

Bersarkan reset dari LIPI tersebut, Maka 4 (empat) poin akar konflik di Papua itulah dari dulu sampai  hari ini kita saksikan rasakan bahkan jadi peluku itu semua. sesungguhnya akar konflik yang Paling utama adalah sengketa sejarah Papua yang merupakan Politik Papua. Dimana papua di aneksasi oleh Indonesi dan Amerika yang punya kepentingan besar di Papua.

Sengketa sejarah papua dan status politik papua adalah dimana papua di aneksasi dan integrasikan kedalam negara kesatuan Indonesia. Dan nasionalisme papua terus ada dan bangkit untuk terus berjuang merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.

Kekerasan negara dan pelanggaran hak asasi manusia. Negara melakukan pelanggaran dan kekerasan terhadap masyarakat papua terjadi karena adanya kepentingan negara, contohnya PT.Freeport di Timika Papua, masyarakat yang pemiliki tanah diusir, bahkan ketika mereka bicara hak mereka aparat militer negara melakukan kekerasan sehingga terjadi pelanggaran HAH Berat. Dan inilah yang menyebabkan konflik berkepanjangan dan terus ada dan berkembang;

Kegagalan pembangunan adalah Kegagalan dan kesenjangan pembangunan juga mengakibatkan keterisolasian, keterbelakangan dan kertinggalan hampir sebagian wilayah di papua serta kemiskinan, kebodohan, ancaman penyakit dan kematian.

Kegagalan dan kesejangan pembanguan juga mengakibatkan lahirnya marginalisasi dan peminggiran orang papua dari sumber ekonomi, sumber daya alam, hak-hak social dan budaya serta marginalisasi karena lambatnya pertumbuhan penduduk papua dibandingkan non papua sehingga kesenjangan antara orang papua dan non papua menyebabkan konflik, cemburu social dan pada akhirnya terjadi konflik horizontal.

Diskriminasi dan Marginalisasi yang dimaksudnya adalah adanya perbedaan perlakuan negara yang kepada khususnya orang papua yang masih tertinggal karena perhatian negara terhadap orang papua tidak merata. Artinya pembangunan hanya berpusat pada satu daerah. Seperti pada masa rezim otoriter Suharto yang selalu jawa centris. Sehingga hal ini juga menyebkan perbedaan pandangan masyarakat papua bahwa kami adalah anak tiri dan bukan warga negara Indonesia dan perjuangan meminta akan keadilan dan kesejahteraan meningkat dari seluruh masyarakat papua.

Itulah akar konflik di atas di Papua. Lalu apa yang harus ditawarkan atau pendekatan apa yang harus ditawarkan sebagai bagian resolusi konflik-konflik di Papua. Resolusi konflik sebagai upaya cara-cara untuk menyelesaikan pihak-pihak yang berkonflik. Jika empat point di atas yang menjadi sumber konflik. Maka resolusi konflik adalah sebagai berikut:

  1. Sengketa sejarah dan status politik papua. Maka resolusi dari sengketa ini adalah mengumpulkan para pihak yang berkonflik dan berpentingan di tahan Papuua. Dalam hal ini adalah Papua, belanda, Indonesia dan Amerika serikat untuk duduk bersama-sama untuk membicarakan sengketa ini. Penjauan kembali kebenaran sejarah di forum perserikatan bangsa-bangsa (PBB).
  2. Dalam pembicaan ini akan perwakilan dari ULMWP berserta saksi-saki dan pelaku sejarah status politik papua.
  3. Kekerasan negara dan pelanggaran hak asasi manusia perlakuan resoluinya adalah penegakan hukum di papua dan pelaku pelanggaran Ham ringan, mapun berat di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di republic ini. Perjanjian negara terhadap masyarakat papua bahwa negara tidak akan lagi melakukan pelanggaran HAM.
  4. Kegagalan pembangunan. Maka resolusinya adalah negara segera membuat UU percepatan pembangunan yang merata, adil dan sejahterah bagi masyarakat papua. Sehingga tertinggalan, keterbelakangan, kebohohan dan kemiskinan, bisa segera di atasi.
  5. Diskriminasi dan Marginalisasi. Resolusi konflik ini adalah negara segera mengembalikan tanah-tanah adat orang papua, memberikan perlakukan yang sama kepada masyarakat papua sebagai warga negara Indonesia.

Beberapa akar masalah dan resolusi konflik papua saya pikir bisa diselesaikan dan itu adalah resolusi yang cukup bagus untuk mengatasi dan mengurangi akar-akar konflik di tanah papua.

Memberikan Keadilan dan kesejahteraan adalah adalah tanggungjawab negara yang harus mampu memberikan kepastian hukum kepada seluruh warga negara. Dalam hal ini human security atau keamanan manusia adalah tanggung jawab negara yakni terjaminnya seluruh kebutuhan hidup warga negaranya (red)

Comments

comments