Puncak Covid-19 di NTB Diprediksikan Akan Terjadi Agustus 2020

0
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT
Foto : Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Pasien positif Covid-19 di NTB hingga per 21 April 2020 berjumlah 108 orang. Lalu kapan puncak Covid-19 dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat? Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT menjelaskan Fakultas Kedokteran Unram dan tim ahli sudah melakukan perkiraan atau simulasi dengan metode penyakit menular SIR (Suceptible, infected, recovery).

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya yang terjadi di NTB. Maka, Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus Covid-19 ini akan terjadi di bulan Agustus 2020.

“Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat , maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus,” terang dr Hamsu

“Namun, jika kita bisa mencegah secara bersama-sama, maka kita akan bisa mempercepatnya, dua bulan misalnya atau pada saat lebaran nanti kita sudah bebas dari virus ini. Kita harus bekerjasama menuntaskannya,” sambungnya

dr Hamsu mengungkapkan dari hasil perhitungan Fakultas Kedokteran Unram dan tim yang terlibat di sana menunjukkan bahwa jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus mendatang jumlah kasus Covid-19 diperkirakan sekitar 5.800 an kasus.

“Karena itulah, mari kita sama-sama mencegah penyakit ini. Jangan takut diperiksa,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus.

“Jika tim dapat menemukan kasus lebih awal, maka derajat sakitnya bisa lebih rendah. Jika derajat sakit rendah maka sakit ringan yang menderita covid ini, tentunya penyembuhannya juga akan lebih cepat. Jika dia lebih cepat sembuh yang tadinya rata-ratanya dua mingguan dapat kita turunkan di bawah satu minggu, maka akan lebih cepat penurunan angkanya,” kata dr Hamsu menambahkan (red)

Comments

comments