Meningkat Pasien Positif akan Percepat Penuntasan Covid-19 di NTB

0
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT
Foto : Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Meningkatnya jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB memberi sinyal yang positif bagi upaya memutus mata rantai penyebaran kasus ini.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB sebenarnya bagus. Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkorfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.

“Kalau kita tahu yang di bawah gunung es ini lebih banyak, maka kita akan bisa melakukan intervensi-intervensi yang lebih terukur. Sehingga kita bisa melakukan isolasi pasien yang positif tadi agar tidak menjangkiti orang lain” ujar dr. Hamsu, Rabu 22 April 2020.

Ia mengatakan, jika orang tidak tahu dirinya terinfeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain yang tidak tahu, hal ini justru akan berdampak buruk bagi upaya memutus mata rantai penularan virus.

“Dengan kita mengetahui yang terkonfirmasi positif ini, maka kita punya peluang untuk melakukan treatmen yang lebih bagus,” katanya

Menurutnya, data-data orang yang berisiko atau rentan terkena Covid-19 ini sudah dimiliki oleh pemeritah daerah, mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan beberapa istilah lainnya.

Pemda atau Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacak orang-orang yang rentan ini dan sudah melakukan screening, termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini.

“Kita sudah melakukan identifikasi dan sudah mendapatkan hasil sementara melalui screening tadi. Dari screening ini kita tahu jumlah orang yang reaktif. Dari yang reaktif ini akan dilanjutkan dengan swab yang merupakan metode standar,” tuturnya

Dengan demikian, kata dr.Hamsu masyarakat diharapkan tidak terlalu panik dengan angka-angka positif yang cenderung meningkat ini, karena sesungguhnya ini berarti Pemda telah mampu mengungkap kasus ini lebih dalam.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy mengatakan, pihak Pemprov NTB sejak awal sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus ini serta melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, dengan mengupdate jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan
Hotcall Covid-19 di 081802118119,” ungkapnya

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai
Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan kedua di seluruh kab/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin.

“Jumlah jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora,” kata Najamudin menambahkan (Hms/*)

Comments

comments