Cegah Covid-19 di Lobar, Jamaah Tabligh Kluster Gowa Diinventarisir

0
Pemerintah Kecamatan Lingsar bekerjasama dengan Puskesmas dan Pemerintah Desa menginventarisir seluruh jamaah yang diduga kuat menjadi sumber penyebar covid-19 di Kecamatan Lingsar.
Foto : Pemerintah Kecamatan Lingsar bekerjasama dengan Puskesmas dan Pemerintah Desa menginventarisir seluruh jamaah yang diduga kuat menjadi sumber penyebar covid-19 di Kecamatan Lingsar (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Sebanyak 79 Jamaah Tabligh di Kec Lingsar yang menghadiri ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan atau kluster Goa diinventarisir.

Pemerintah Kecamatan Lingsar bekerjasama dengan Puskesmas dan Pemerintah Desa menginventarisir seluruh jamaah yang diduga kuat menjadi sumber penyebar covid-19 di Kecamatan Lingsar.

“Penanganan covid-19 ini pertama kita lakukan himbauan kepada masyarakat terutama masyarakat yang menghadiri ijtima ulama di Gowa dimana data inventaris kami bekerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa,” ujar Sekretaris Camat Lingsar Marzuki

Dijelaskannya, sebagian besar dari 79 orang jamaah tabligh tersebut sudah mendapat rapid test yg dilakukan dinas kesehatan, dibantu muspika Lingsar, satgas kecamatan, pemdes desa dan satgas desa.

Dari 79 orang tersebut yang belum rapif test sebanyak 8 orang di Desa Segerongan. Dari 79 orang itu ada 3 orang positif, 21 orang reaktif, ada di rawat di rumah Sakit Gerung dan Rumah Sakit Awet muda. 47 orang darinya ditemukan negatif.

“Masyarakat setelah melakukan rapid test kami bekerjasama dengan muspika untuk melakukan penjemputan sehingga dilakukan sosialisasi oleh kepala dusun setempat,” kata Marzuki.

Selain inventarisir jamash tabligh, lanjutnya juga telah dilakukan pencarian orang yang sudah kontak langsung dengan pasien yang positif.

“Kita rapid test sebanyak 10 orang di Batu Mekar begitu juga dilakukan di Dasan Geria,” cetusnya

Sementara ada dua Desa di Kecamatan Lingsar yang masuk zona merah dipasangkan garis polisi yaitu Desa Batu Mekar dan Dasan Geria.

Selanjutnya, Marzuki juga memaparkan jumlah masyarakat yang berstatus ODP,  OTG, PDP, PPTG dan Positif Covid di Kecamatan Lingsar dari dua Puskesmas yakni Puskesmas Lingsar dan Segerongan.

Di Puskesmas Lingsar, ODP 10 orang,  OTG 10 orang, PDP Kosong,  PPTG 20 orang,  sementara yang positif 1 orang dari Desa Batu Mekar.

Di Puskesmas Segerongan jumlah ODP sebanyak 12 orang,  OTG 67 orang, PDP 1 Orang,  PPTG 16 Orang sedangkan yang positif 2 orang berasal dari Desa Dasan Geria.

Untuk itu, Pemerintah Kecamatan terus ambil langkah pencegahan penularan dengan melakukan kerjasama dengan pihak Desa, PDAM, Dinsos Provinsi NTB, Dinsos Lobar , TNI, SMK dan kerjasama juga dengan pamong praja yang ada di Lingsar.

“Kami dari PDAM dapat bantuan sembako 12 paket untuk kita serahkan kepada warga yang reaktif. Kemudian dari Dinsos Lobar dan NTB bantuan kepada anak yang orang tuanya positif korona. Di samping itu, bantuan PMI untuk penyemprotan dan SMK memberikan masker sebanyak 1000 buah untuk dibagi bagi,” parar Marzuki.

Kemudian, Pemerintah Kecamatan terus lakukan kerjasama dengan muspika untuk melakukan himbauan dan pendekatan terutama masjid yang masih melakukan solat Jumat.

Begitu juga kerumunan muspika melakukan patroli bersama tiga kali seminggu.

“Karena Motto kami ada di depan untuk Anda, kami meninggalkan keluarga untuk Anda. Kami pertaruhkan nyawa untuk Anda. Anda diam di rumah untuk kami,” katanya menambahkan (*)

Comments

comments