Bupati Sampaikan Penanganan Covid-19 di Lombok Barat

0
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menyampaikan penanganan Covid-19 di Lombok Barat kepada Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat silaturrahim ke Lombok Barat.
Foto : Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menyampaikan penanganan Covid-19 di Lombok Barat kepada Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat silaturrahim ke Lombok Barat (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menyampaikan penanganan Covid-19 di Lombok Barat kepada Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat silaturrahim ke Lombok Barat.

Gubernur diterima Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun, Sekda Lombok Barat H Baehaqi di ruang kerja Bupati, Rabu 15 April 2020.

Kunjungan orang nomor satu di NTB kali ini yang didampingi Kepala Bappeda NTB adalah untuk memastikan kondisi terakhir penanganan covid-19 melalui Tim Gugus Tugas Pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat.

Bupati mengungkapkan, Kabupaten Lombok Barat telah melakukan berbagai upaya maksimal bersama Tim Gugus Pencegahan dan penangulangan Covid-19 dengan melibatkan unsur anggota Forkompinda Lombok Barat.

“Pemkab telah melakukan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman Covid-19 ini,” ungkapnya

Cara sederhana bagi masyarakat guna mencegahnya, kata bupati, yakni dengan selalu menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan masyarakat diharapkan untuk tetap disiplin menjalankan himbauan pemerintah dalam menanggulangi dan bahkan lebih mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Bupati juga memahami dampak Covid-19 ini cukup terasa di Lombok Barat khususnya baik dampak ekonomi, sosial ataupun dampak kesehatan khususnya.

Dampak ekonomi dikatakan Bupati yang ditimbulkan dari wabah Covid-19 ini, seperti kebijakan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri, Lombok Barat sudah melakukan refocusing APBD 2020  yang selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan selanjutnya.

Selain itu Bupati Fauzan Khalid yang juga dibenarkan Sekretaris Daerah Dr Baehaqi, menyebut Pemda mendorong ketahanan ekonomi masyarakat ini agar tetap stabil dengan tetap memperkuat dan memberdayakan para pelaku UKM dengan melakukan berbagai inovasi untuk menghasilkan produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam kondisi saat ini.

Ia menyebutnya seperti pelaku UKM membuat masker ataupun alat pelindung lainnya. Transaksi juga didorong melalui jual beli online.

“Selain itu Lombok Barat yang dikenal sebagai penyuplai bahan pangan seperti beras, jagung atapun telur kondisi pangan daerah. Karena itu ketahanan pangan kita di Lombok Barat untuk 6 bulan ke depan masih stabil,” jelasnya

Terkait dengan sembako, Bupati memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi NTB agar dilakukan koordinasi yang baik antara pihak Kabupaten dan Pemprov NTB terutama Bappeda, Dinas Sosial serta dinas-dinas terkait untuk kesepakatan bersama lebih lanjut.

Gubernur NTB H Zulkieflimanyah mengutarakan, pihak Pemerintah Provinsi NTB tidak tinggal diam dan sama halnya juga dengan upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota se NTB dalam upaya pencegahan dan penannggulangan covid-19 ini.

Namun dalam melaksanakan kewajiban selaku aparat pemerintah yang sama-sama ingin menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19 ini hendaknya dilakukan dengan aturan dan prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan agar terhindar dari terjangkitnya virus ini.

Kecuali itu Gubernur juga mengutarakan, bahwa program jaminan pengaman sosial (JPS) Pemprov NTB sudah mulai diberlakukan sejak 15 April 2020 ini.

Program ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap dampak  sosial ekonomi masyarakat yang tengah diterpa Covid-19 ini. Masyarakat bawah tentunya sangat merasakan dampaknya terutama bagi masyarakat yang menurun pendapatannya bahkan hilang pendapatannya sama sekali.

Gubernur memberi apresiasi kepada Pemda Lombok Barat yang telah mengantisipasi dampak ekonomi dari Covid-19 ini dengan menggerakkan para UKM dengan memperbanyak produk lokal terutama barang-barang yang dibutuhkan masyarakat saat ini, seperti masker atau APD lainnya.

Dengan mendorong kreatifitas ataupun inovasi sejumlah Bumdes di setiap desa menjadi langkah yang cepat dan tepat untuk menanggulangi dan mengatasi dampak ekonomi masyarakat yang saat ini dalam kondisi terpuruk.

“Mudah-mudahan hal-hal baik yang sudah dilakukan ini selain bisa mengurangi atau meminimalisir dampak ekonomi yang terjadi dalam kondisi saat ini juga bisa ditiru daerah lain,” harap Gubernur (*)

Comments

comments