Sebanyak 57 IKM Dilibatkan Untuk Penuhi Kebutuhan JPS Gemilang

0
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti
Foto : Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat melibatkan lima puluh tujuh (57) Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memenuhi kebutuhan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

“Kita telah libatkan sebanyak 57 IKM se NTB untuk memproduksi kebutuhan JPS Gemilang. Data di atas terus bergerak,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis 16 April 2020.

Nuryanti merincian IKM yang dilibatkan diantaranya, untuk susu kedelai ada 25 IKM. Untuk Minyak kelapa ada 20 IKM, tetapi hari ini ada tambahan.

“Alhamdulillah tadi pagi ada lagi yan siap dan punya produk sehingga bisa menjadi 23 IKM yang memproduksi minyak kelapa,” katanya

Sementara, untuk Sabun ada enam (6) IKM. Selain itu ada teh kelor diproduksi tiga (3) IKM dengan pasokan bahan baku dari IKM lainnya di NTB seperti dari KLU, Bima dan Dompu.

“Tadi pagi, Alhamdulillah kabupaten Sumbawa juga ada IKM teh kelor yang siap produksi dan kita libatkan,” ucapnya.

Ia membantah tudingan soal minyak goreng yang didistribusikan kepada masyarakat bukan asli minyak kelapa. Pihaknya hanya membeli minyak kepala produk asli NTB

“Dinas Perindustrian hanya membeli minyak goreng kelapa buatan masyarakat NTB dan bahan bajunya dari lokal. Bukan minyak kelapa sawit ya. Minyak kelapa murni lokal,” tegas Nuryanti

Minyak kelapa "minyak lala" produksi IKM di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat harganya 24 ribu (MetroNTB/Ist)
Foto : Minyak kelapa “minyak lala” produksi IKM di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat harganya 24 ribu (MetroNTB/Ist)

Ia mencontohkan minyak kelapa murni
produk asli Sumbawa “minyak lala, harganya per sacet dua puluh empat ribu (24) ribu.

“Ini minyak kelapa produksinya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tepatnya di Kecamatan Jereweh,” tandasnya

Selain itu, pihaknya terus mendorong dinas perindustrian kabupaten/kota se NTB untuk memproduksi agar bisa memenuhi qouta masing-masing.

“Koordinasi kami via WAG dengan kabupaten/kota. Kami juga siap membeli cash dan DP untuk yang siap produksi dari pihak ketiga yang kami gandeng untuk program pemberdayaan ekonomi,” kata Nuryanti menambahkan (*)

Comments

comments