Positif Covid-19 Bertambah, Lobar Perketat Pemeriksaan Kesehatan

0
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat makin gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari dan pemberlakuan jam malam di semua Kecamatan.
Foto : Pemerintah Kabupaten Lombok Barat makin gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari dan pemberlakuan jam malam di semua Kecamatan (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Bertambahnya jumlah pasien positif Covid 19, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat makin gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari dan pemberlakuan jam malam di semua Kecamatan.

Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Lombok Barat memaksa 21 orang tenaga kerja asal Tasikmalaya yang akan bekerja membangun madrasah di Mendawe Kedaro Sekotong.

“Posko Satgas Lombok Barat standby 24 jam di Bandara Internasional Lombok (Bandara, red). Pagi ini kita drop tujuan ke Lombok Barat sebanyak 21 orang berasal dari Jawa Barat untuk diatensi menuju SKB Gunung Sari,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Lobar H Moh Nadjib, Minggu 12 April 2020.

Setelah itu, terdengar kabar bahwa ada rombongan secara bergelombang para santri dari Pondok Pesantren terkemuka di Jawa Timur juga akan mendarat.

“Dari sekian banyak santri tersebut, terdapat 16 orang santri yang berasal dari Lombok Barat dan masih akan datang lagi di rombongan berikutnya,” kata Nadjib

Dua rombongan tersebut kemudian dibawa ke SKB Gunung Sari untuk segera dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan lainnya.

“Sampai sekarang kegiatan masih berlangsung, mudah-mudahan normal saja makanya tidak ada yang memberi laporan,” cetus Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Ahmad Taufiq Fatoni

Sesuai prosedur terang dokter Toni, mereka akan dicek suhu tubuhnya. Jika diketahui normal-normal saja, maka mereka diminta bersama orang tuanya membuat kesepakatan untuk melakukan isolasi mandiri paling sedikit selama 14 hari.

Selain pemeriksaan kesehatan bagi rombongan, saat ini di Pelabuhan Lembar pun ditetapkan ada satu psoko satgas yang bekerja 24 jam guna melakukan pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan, baik kepada para penumpang, bus, maupun kendaraan lainnya.

“Cara lain juga ditempuh oleh para Camat untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid 19,” tutur dokter Toni

Seperti yang dilakukan oleh Camat Kediri dalam 3 malam ini, pihaknya telah melakukan pembatasan akses masuk ke wilayah Kecamatan Kediri.

“Hal ini tidak untuk menghambat lalu lintas, tapi untuk memantau pembatasan aktivitas warga terkait dengan beberapa desa yang memberlakukan jam malam,” terang Camat Kediri Hermansyah saat ditemui di posko pemantauan bersama Kapolsek Kediri (red)

Comments

comments